BANDA ACEH – Ratusan wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar Islamic Cruise mengunjungi Museum Tsunami Aceh pada Minggu, 18 Januari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian wisata sejarah dan religi para penumpang setelah kapal berlabuh di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, menyatakan bahwa kedatangan kapal pesiar dengan konsep syariah ini menjadi momentum penting bagi pariwisata Aceh di awal tahun 2026. Menurutnya, kunjungan tersebut mempertegas posisi Aceh sebagai destinasi wisata halal di Asia Tenggara.

“Kami menyambut baik kehadiran ratusan saudara kami dari mancanegara melalui Islamic Cruise. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pengakuan dunia terhadap Aceh sebagai destinasi wisata halal yang aman, nyaman, dan berkelas dunia,” ujar Dedy.
Ia menambahkan, pihak dinas telah memastikan seluruh fasilitas pendukung siap memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu internasional tersebut.
Senada dengan hal itu, Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan teknis untuk menyambut rombongan besar tersebut. Persiapan meliputi pengaturan alur pengunjung serta penyediaan tim pemandu (guide) yang fasih berbagai bahasa asing.
“Museum Tsunami Aceh menjadi saksi persahabatan dunia. Kami menyiagakan tim pemandu untuk menjelaskan detail setiap bagian museum kepada tamu Islamic Cruise,” kata Syahputra.
Ia berharap melalui kunjungan ini, para wisatawan dapat memahami ketangguhan (resilience) masyarakat Aceh serta pesan kemanusiaan dari dukungan internasional saat bencana tsunami 2004 silam.
Selama berada di museum, para wisatawan melewati sejumlah ruang ikonik, mulai dari Space of Fear (Lorong Tsunami) hingga ke Space of Blessing (Sumur Doa). Selain itu, para tamu juga menyaksikan pemutaran film dokumenter yang menggambarkan peristiwa tsunami 2004.
Kunjungan berskala besar ini diharapkan mampu mendorong peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Aceh sepanjang tahun 2026.











