Aceh Tamiang / Buser Siaga – Guna mengangkat derajat kain tradisional agar tetap relevan dan diminati pasar, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Tamiang, Ny. Yuyun Armia, secara resmi membuka Impactful Program bertajuk “Pelatihan Inovasi Wastra Nusantara dan Peningkatan Keterampilan Fesyen Etnik” bagi kelompok tenun setempat. Kegiatan berlangsung di Kantor Dekranasda, Rabu (10/6/2026).

 

Program ini merupakan wujud kerja sama strategis antara Dekranasda dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, yang ditujukan untuk memperkuat daya saing pelaku UMKM sektor kerajinan. Melalui pelatihan intensif ini, para perajin diajak memadukan kearifan tradisional dengan sentuhan desain modern agar produk tenun Aceh Tamiang makin diminati, termasuk oleh generasi muda.

 

Ny. Yuyun Armia menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Bank Indonesia. Ia menegaskan bahwa tenun khas daerah ini memiliki nilai budaya dan seni yang luar biasa, namun perlu terus dikembangkan agar tidak ketinggalan zaman.

 

“Tenun kita punya filosofi dan keindahan tersendiri. Lewat program ini, kami ingin para perajin tidak hanya membuat kain lembaran, tapi mampu mengolahnya menjadi karya fesyen yang tren dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.

 

Ia berpesan kepada 10 peserta terpilih agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menciptakan variasi motif dan warna yang lebih kaya, serta menghindari pola yang itu-itu saja.

 

“Buatlah karya dengan hati dan imajinasi. Ikuti perkembangan zaman agar tenun kita tidak kaku dan tetap bersinar di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

 

Sementara itu, Riemas Anugerah Maulana dari Bank Indonesia menjelaskan program ini disusun secara menyeluruh. Tak sekadar teori, para peserta akan dibimbing langsung oleh desainer dan ahli mode berpengalaman—mulai dari pengembangan motif, teknik pemotongan pola, penjahitan, hingga penyelesaian akhir busana siap pakai bernuansa etnik.

 

Acara pembukaan turut dihadiri pengurus Dekranasda, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian, serta sejumlah pelaku usaha tenun lokal yang siap berinovasi memajukan perekonomian kreatif daerah. ( Zulherman )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *