Aceh Tamiang – Buser Siaga
Ketegangan dan kepanikan melanda warga Desa Purwodadi, Dusun Family Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Sabtu malam kemarin, 18 Juli 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Sebuah perkelahian yang melibatkan dua remaja pelajar jenjang berbeda berujung tragis—salah satunya menderita luka bacok akibat senjata tajam, memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
Kepala Desa Purwodadi, Gamal, membenarkan peristiwa tersebut secara tegas saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Minggu 19 Juli 2026.
“Benar terjadi peristiwa itu. Bermula dari keributan di pinggir jalan raya antara pelajar SMP berinisial Anw (14 tahun) dan pelajar SMA Fjn (16 tahun), perdebatan memanas hingga berujung kekerasan. Akibatnya, Fjn yang berstatus siswa SMA terluka terkena bacokan senjata tajam,” ungkap Gamal dengan nada prihatin.
Berdasarkan keterangan warga yang menyaksikan langsung, keributan sempat memancing kerumunan. Warga segera berdatangan dan berani melerai sebelum keadaan semakin memburuk. Korban yang terluka langsung mendapatkan pertolongan pertama dari warga sekitar, kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan medis lebih lanjut.
Kasus ini awalnya dilaporkan keluarga ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kejuruan Muda. Namun, pihak kepolisian menyerahkan kembali penyelesaian perkara ke tingkat desa. Langkah ini diambil sesuai ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat, yang mengatur penyelesaian sengketa melalui jalur perdamaian kekeluargaan dan musyawarah mufakat di tingkat gampong .
Hingga berita ini diturunkan, aparat desa bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan intensif kepada kedua belah pihak keluarga. Tujuannya jelas: memastikan masalah tuntas dengan damai, mencegah timbulnya dendam berkepanjangan, serta menjaga kerukunan antarwarga tetap terjaga.
(Zulherman)






