
Aceh Tamiang / Buser Siaga — Situasi keamanan di Kampung Kota Lintang, Dusun Al-Ikhsan, Kecamatan Kota Kualasimpang Aceh Tamiang , kini memprihatinkan. Pasca banjir yang melanda wilayah tersebut, pencurian marak terjadi bahkan di siang hari bolong. Warga yang terpaksa mengungsi ke Hunian Sementara (Huntara) merasa takut dan tidak tenang meninggalkan rumah mereka yang rusak, lantaran barang-barang sisa kerap raib digondol pencuri.
Ibu Nurmansyah (58), salah seorang warga, menceritakan kekhawatirannya kepada awak media pada Selasa, 4 Agustus 2026. Sudah dua kali rumah miliknya yang rusak berat menjadi sasaran maling. Setiap kali ia kembali memeriksa rumah yang ditinggalkan, sejumlah barang berharga dan bahan bangunan yang tersisa sudah lenyap.
“Sudah dua kali rumah kami yang rusak berat digondol maling. Kami tidur di Huntara, lalu saat memeriksa rumah, pintu dan barang-barang yang tersisa sudah hilang. Banyak juga rumah tetangga yang kehilangan kabel listrik, pipa air, dan lainnya. Di sini sudah tidak nyaman lagi, keamanan makin parah,” keluh Ibu Nurmansyah dengan nada cemas.
Warga pun tak tinggal diam. Mereka meminta jajaran kepolisian, khususnya Polres Aceh Tamiang, untuk segera mengambil langkah tegas dan mengkondisikan keamanan di wilayah tersebut. Warga menyampaikan bahwa pihak Babinkamtibmas setempat sebenarnya sudah mengetahui siapa saja warga yang kerap dicurigai terlibat pencurian — bahkan ada yang pernah tertangkap — namun belum ada tindakan penahanan.
“Kami mohon Bapak Kapolres perhatikan hal ini. Jika sudah tahu siapa pelakunya dan pernah tertangkap, mengapa belum bisa diamankan? Kami butuh rasa aman,” desaknya.
Tak hanya rumah warga, instansi pendidikan pun menjadi sasaran. Seorang kepala sekolah SDN 4 Kota Lintang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pencurian bahkan terjadi di siang bolong. Kayu bangunan sekolah berani diambil orang. Meski pelaku sempat diketahui, kasus justru didamaikan begitu saja — barang yang dikembalikan pun hanya sebatang kecil, padahal banyak yang hilang. Kepala sekolah itu berencana melaporkan kasus ini secara resmi ke pihak kepolisian dalam waktu dekat.
Datuk Kampung Kota Lintang, Fadil, membenarkan situasi tersebut saat ditemui awak media. Ia mengakui sejumlah barang di kantor kampung pun telah banyak yang hilang akibat pencurian.
Maraknya aksi pencurian yang berani terjadi terang-terangan ini memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana efektivitas pengamanan di wilayah pascabencana? Warga berharap Polres Aceh Tamiang segera turun tangan, memperketat pengawasan, dan menindak tegas pelaku agar warga dapat kembali merasa aman meski belum pulih sepenuhnya dari dampak banjir. Apakah penegakan hukum akan ditegakkan secara konsisten demi melindungi warga yang sedang berjuang bangkit? Semua mata kini tertuju pada langkah Polres Aceh Tamiang selanjutnya.
(Zulherman)






