ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus bergerak cepat memulihkan kondisi pascabencana. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Dr. Drs. Imran, M.Si., MA.Cd., di Aula Kantor Bupati, Selasa (05/05/2026).
Pertemuan ini difokuskan untuk membahas percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga korban banjir serta pemulihan infrastruktur di berbagai sektor.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armia memaparkan bahwa pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) sudah mulai direalisasikan. Salah satunya adalah pembangunan 200 unit rumah melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, serta rencana pembangunan tambahan 300 unit lagi di wilayah Kampung Kota Kuala Simpang.
“Pembangunan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Kami juga terus menelusuri lahan, termasuk memanfaatkan lahan HGU dan perkebunan yang belum produktif untuk mendukung pembangunan ini,” ujar Bupati.
Selain perumahan, Bupati juga melaporkan progres di sektor lain, seperti bantuan 11 unit ambulans untuk kesehatan, serta upaya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Beberapa proyek strategis yang tengah berjalan antara lain pembangunan jembatan di Aras Sembilan yang sedang tahap tender, serta rencana pembangunan jembatan permanen di Pematang Durian dan Balik Karang menggantikan jembatan gantung.
Validasi Data Kunci Utama Keberhasilan
Sementara itu, Dirjen Imran memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemkab Aceh Tamiang. Ia menekankan tiga fokus utama pemerintah pusat, yaitu konsolidasi data, pemantauan lapangan, dan pembentukan posko terpadu.
“Validasi data adalah kunci agar program tepat sasaran. Kami masih menemukan beberapa data infrastruktur dan perumahan yang perlu dilengkapi, termasuk foto dan koordinat lokasi,” tegas Imran.
Ia juga meminta agar data kerusakan rumah segera difinalisasi untuk menentukan skema pembangunan, baik secara mandiri maupun komunal. Selain itu, Imran mendorong pembentukan Posko Transisi Pascabencana untuk memantau perkembangan secara menyeluruh, termasuk ketersediaan listrik dan air bersih yang didukung oleh PLN dan PDAM.
“Posko ini penting untuk mengintegrasikan laporan dari berbagai sektor, mulai pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi,” tambahnya.
Rakor berlangsung konstruktif dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, para Kepala OPD, BPBD, PDAM, Forkopimcam, serta tamu undangan lainnya. ( Zulherman )
(Red)












