ACEH TAMIANG –/ Buser Siaga – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax maupun Solar kini melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang. Situasi ini semakin memberatkan warga yang baru saja berjuang pulih pasca bencana banjir beberapa waktu lalu.

 

Pantauan Buser Siaga di lapangan pada Minggu (12/7/2026), terlihat antrian kendaraan yang sangat panjang memadati area SPBU Kebun Tengah, Kecamatan Kejuruan Muda. Mulai dari sepeda motor, becak bermotor hingga mobil penumpang berjejer rapi, bahkan antrean membentang ratusan meter hingga menutupi bahu jalan raya.

 

Banyak warga sudah rela mengantre sejak pukul 02.00 dini hari, namun hingga pukul 10.00 pagi pun belum giliran mereka mendapatkan pasokan bahan bakar.

 

Sidik (40 tahun), petugas pengawas SPBU Kebun Tengah membenarkan kondisi ini. “Kondisi seperti ini sudah berlangsung sekitar satu minggu terakhir. Memang benar, sejak pukul dua pagi warga sudah datang menunggu, tapi antrean tetap panjang hingga jam sepuluh pagi. Soal penyebab kelangkaan, kami pun tidak tahu pastinya. Saat kami tanyakan langsung ke pihak pengantar tangki BBM, mereka juga tidak bisa menjelaskan alasannya,” ujar Sidik saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

 

Keresahan mendalam juga disampaikan Yono, warga Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda. Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi Aceh tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.

 

“Kami warga Aceh Tamiang rasanya sudah cukup berat memulihkan diri pasca banjir, kini beban kami makin berat dengan susahnya mendapatkan BBM. Kami meminta pihak terkait segera cari solusi dan pastikan pasokan kembali lancar,” tegas Yono.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perdagangan maupun pihak Pertamina terkait penyebab terhambatnya pasokan BBM di wilayah Aceh Tamiang. Warga berharap masalah ini segera diselesaikan demi kelancaran aktivitas sehari-hari dan pemulihan ekonomi masyarakat.( Zulherman)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *