KUALASIMPANG / Buser Siaga.  –   Warga Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang segera menangani puing-puing pasca banjir yang menutupi lingkungan rumah mereka. Puing tersebut tidak dapat dibersihkan secara manual dan membutuhkan bantuan alat berat jenis excavator.

“Puing-puing, lumpur, dan sisa pohon serta rumah yang hanyut itu menutupi jalan dan gang ke pemukiman. Kita tidak bisa masuk ke rumah bahkan hanya untuk melihat kondisinya tanpa berjuang melewati lumpur dan tumpukan puing,” ungkap salah satu warga.

 

Warga berharap dengan kehadiran excavator, jalan dan gang dapat segera dibersihkan sehingga mereka bisa membersihkan rumah sisa untuk dijadikan tempat berteduh sementara. Tanpa bantuan alat berat, warga sulit kembali menduduki tempat tinggal mereka.

Desa Kota Lintang termasuk salah satu kawasan di pusat perdagangan Aceh Tamiang, bersama dengan Sriwijaya, Perdamaian, Landuh, Bukit Tempurung, dan Kampung Dalam. Di antara kawasan tersebut, Kota Lintang dan Kampung Dalam menjadi yang paling parah terkena dampak puing dan lumpur pasca banjir.

“Kalau ini tidak segera diperbaiki, wajah kota dan Aceh Tamiang akan semakin suram,” tegas warga.( Zulherman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed