Aceh Tamiang / Buser Siaga. – Kondisi pasca banjir yang masih dirasakan warga Aceh Tamiang kini terasa semakin berat seiring dengan melonjaknya harga sejumlah bahan bangunan di pasaran. Kenaikan harga yang dinilai tidak wajar ini mendorong anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Koperindag) untuk segera turun tangan mengawasi dan menertibkan harga.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Partai Gerindra, Sarhadi, kepada awak media pada Minggu, 28 Juni 2026. Menurutnya, kenaikan harga terjadi secara sepihak oleh sejumlah pedagang, padahal masyarakat saat ini sedang membutuhkan banyak material untuk memperbaiki dan membangun kembali rumah serta fasilitas yang rusak akibat banjir yang melanda wilayah itu sejak tahun 2025 lalu.
“Kami meminta Dinas Koperindag bekerja lebih ekstra mengawasi harga pasar. Jangan sampai kesulitan warga pasca bencana dimanfaatkan dengan menaikkan harga sesuka hati,” tegas Sarhadi.
Ia mencontohkan, harga semen yang sebelumnya dijual sekitar Rp55.000 per karung, kini melonjak tajam menjadi Rp75.000 per karung. Kenaikan serupa juga terjadi pada paku, besi, pasir, dan bahan bangunan lainnya.
Menurut Sarhadi, kenaikan harga yang tidak wajar ini sangat memberatkan daya beli masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan. Oleh karena itu, ia mendesak instansi terkait untuk segera melakukan pemeriksaan mendadak (Sidak) ke toko-toko bangunan guna memastikan harga tetap wajar dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapan kami, ada tindakan nyata dari Dinas Koperindag. Sidak perlu dilakukan agar harga dapat dikendalikan dan masyarakat tidak semakin terbebani saat berusaha membangun kembali tempat tinggal mereka,” pungkasnya. (Zulherman)






