ACEH TAMIANG / Buser Siaga. – Seorang pekerja asal Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Putri Hensy Aprilda (22), diduga dibunuh di Sepang, Selangor, Malaysia, Rabu (3 Juni) lalu bersamaan bayinya yang baru berusia beberapa hari. Jasad keduanya ditemukan terpisah: Putri di RS Serdang Selangor, bayinya di RS Shah Alam Kuala Lumpur.
Informasi ini berawal dari laporan Atase Kepolisian KBRI Kuala Lumpur yang diterima Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia. Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, mengonfirmasi hal itu kepada wartawan Senin (22 Juni 2026).
“Pelaku diduga perempuan warga Malaysia dan sudah diamankan, kini sedang diproses hukum sesuai aturan setempat,” tegasnya. Penyelidikan awal polisi mengarah ke perselisihan utang‑piutang sebagai pemicu kejadian, namun penyidikan masih berlanjut.
Haji Uma menjelaskan, pihaknya menugaskan tim GAB Malaysia mendampingi seluruh tahapan mulai administrasi hingga pengiriman jenazah pulang kampung. KBRI Kuala Lumpur juga terus mengawal penyidikan PDRM serta memfasilitasi kebutuhan dokumen pemulangan.
Biaya pemulangan diperkirakan mencapai Rp36 juta. Haji Uma sudah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan Kepala Desa Alur Manis. Sambil menunggu dukungan resmi, ia membuka saluran donasi lewat Grup Aceh Bersatu dan Grup Aceh Meutuah di Malaysia demi meringankan beban biaya tersebut.
“Semua dikoordinasi agar jenazah ibu dan anak bisa segera dibawa pulang ke keluarga di Aceh Tamiang,” tutupnya. ( Zulherman )






