
BUSERSIAGA, COM TANGGAMUS – Warga di sepanjang ruas jalan lintas Desa Batu Bedil dan Desa Air Bakoman, Kabupaten Tanggamus, kembali menyuarakan keluhan dan menagih janji para anggota DPRD setempat terkait perbaikan jalan yang kondisinya kini rusak parah dan memprihatinkan. Kerusakan parah ini sangat mengganggu aktivitas warga dan berisiko menimbulkan kecelakaan setiap hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan di kedua desa tersebut banyak berlubang dalam, permukaannya tidak rata, dan lapisan aspal sudah banyak yang hancur. Saat musim hujan, lubang-lubang tersebut tergenang air sehingga kedalamannya tidak terlihat, sangat berbahaya bagi pengguna jalan roda dua maupun roda empat. Sebaliknya, saat kemarau, debu beterbangan, mengganggu pernapasan warga dan mengotori pemukiman di pinggir jalan.
Dalam klarifikasi yang pernah disampaikan sebelumnya, Anggota DPRD kabupaten Tanggamus, Sutrajaya, telah memberikan penjelasan terkait upaya penanganan jalan tersebut. Saat itu, Sutrajaya mengaku telah memerintahkan aparat desa Air Bakoman untuk menyusun proposal permohonan perbaikan jalan. Tidak berhenti di situ, Sutrajaya juga menyampaikan bahwa dirinya sudah mengajukan dan memasukkan proposal tersebut ke Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus agar mendapatkan alokasi penanganan.

Menyikapi harapan masyarakat yang menginginkan kepastian tindak lanjut, Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, Sutra Jaya, menegaskan bahwa upaya yang dilakukan pihaknya tidak hanya sebatas pengajuan berkas saja. Ia memastikan akan terus berjuang agar perbaikan jalan ini segera terwujud.
“Selain daripada pengajuan proposal yang telah saya antar langsung ke Dinas PU, saya juga akan berkoordinasi dengan Bupati dan telah meminta jadwal waktu melalui ajudan Bupati untuk membahas jalan tersebut,” ujar Sutra Jaya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp, Sutra Jaya kembali memberikan penjelasan terkait kapan pekerjaan ini bisa terlaksana. Menurutnya, proses penanganan tidak bisa dilakukan secara mendadak karena terikat siklus penganggaran daerah.
“Tidak bisa kalau cepat-cepat terealisasi. Insya Allah 2027, kalau anggaran 2026 sudah disahkan semua tinggal pelaksanaan saja,” terangnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Terkait masih banyaknya keluhan yang disampaikan warga, politisi ini juga meminta agar masyarakat bersabar dan tidak mempersoalkan langkah yang telah ia lakukan, karena hal itu menyangkut nama baik dan rasa tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
“Saya meminta untuk tidak dimediakan karena malu,” pungkas Sutra Jaya.
Meski demikian, hingga saat ini masyarakat mengaku hanya mendengar janji dan penjelasan proses tersebut, namun belum melihat hasil nyata di lapangan. Warga merasa proses yang disampaikan anggota dewan tersebut belum membuahkan perbaikan, sehingga kondisi jalan tetap rusak dan semakin parah seiring berjalannya waktu.
“Dulu Bapak Sutrajaya sudah menjelaskan, bahkan Pak Sutrajaya bilang sudah minta desa buat proposal dan sudah diajukan ke Dinas PUPR. Kami mengapresiasi langkah itu, tapi kami kini menunggu kepastian hasilnya. Kami menagih janji agar proses itu benar-benar berujung pada perbaikan jalan, jangan sampai hanya berhenti di pengajuan saja tanpa ada tindakan nyata,” ungkap salah satu warga setempat.
Warga menegaskan bahwa jalan ini merupakan jalur penghubung vital yang sangat penting untuk kelancaran ekonomi, pengiriman hasil bumi, serta akses pendidikan dan kesehatan. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama ini sangat merugikan masyarakat, sering menyebabkan kerusakan pada kendaraan yang lewat, hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat berharap DPRD Kabupaten Tanggamus, khususnya wakil rakyat yang mewakili daerah pemilihan tersebut, segera memantau tindak lanjut proposal yang sudah diajukan serta hasil pertemuan yang diagendakan dengan Bupati nantinya. Masyarakat tidak menuntut hal berlebihan, hanya ingin janji dan langkah yang sudah disampaikan itu benar-benar terwujud dalam bentuk perbaikan jalan yang layak dan aman dilalui, sesuai jadwal yang dijanjikan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian jawaban dari Dinas PUPR dan hasil koordinasi nyata dari upaya yang telah disampaikan oleh para anggota dewan tersebut.(Red)

