ACEH / Buser Siaga. . – Peredaran rokok tanpa pita cukai masih menjadi tantangan serius di Provinsi Aceh sepanjang 2025 hingga awal 2026. Berbagai operasi gabungan Bea Cukai dan kepolisian berhasil mengungkap jaringan, menyita jutaan batang barang haram, serta mengamankan puluhan tersangka yang bergerak di jalur strategis pes timur hingga pesisir barat.
Penindakan berlangsung intens sejak Semester I/2025 sampai Februari 2026, melibatkan Bea Cukai Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Polda Aceh, hingga Polres Aceh Utara. Wilayah rawan meliputi Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, dan Banda Aceh—jalur masuk dan distribusi utama pelaku yang tergiur keuntungan besar tanpa menyetor cukai negara.
Salah satu kasus menonjol dibongkar Polres Aceh Utara: tiga tersangka diamankan beserta ratusan dus dan slop rokok ilegal, satu unit mobil pikap, serta gudang persembunyian di kawasan Julok, Aceh Timur. Secara gabungan, Bea Cukai bersama Polda Aceh menggagalkan peredaran sekitar 7,5 juta batang rokok ilegal selama Semester I 2025. Bea Cukai Lhokseumawe sendiri berhasil mengamankan 3,87 juta batang, menangkap tiga tersangka dan melimpahkan berkasnya ke Kejari Aceh Utara.
Berdasarkan data sampai Februari 2026, Bea Cukai Aceh telah memusnahkan sekitar 6,3 juta batang hasil penindakan serentak. Di Langsa, sebanyak 545.452 batang dimusnahkan dari akumulasi 63 Surat Bukti Penindakan periode Mei 2025–Februari 2026; lewat operasi pasar gabungan juga disita tambahan 90.248 batang yang sudah beredar di masyarakat.
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menegaskan komitmen aparat saat dikonfirmasi: “Pencegahan dan penindakan rokok ilegal jalan terus.”
Modus pelaku beragam: lewat jasa titipan, pengiriman antarkabupaten, hingga penimbunan di gudang tersembunyi. Kerugian negara akibat praktik ini besar, sekaligus menciptakan persaingan usaha tak sehat bagi pengusaha rokok resmi. Aparat mengandalkan patroli rutin, razia pasar, dan penguatan sinergi lintas instansi—ditambah dukungan mata‑telinga masyarakat—untuk memutus mata rantai pasokan secara berkelanjutan.( Zulherman )












