Aceh Tamiang / Buser Siaga – Dapur MBG Kecamatan Kota Kualasimpang di Kabupaten Aceh Tamiang hingga Februari 2026 masih belum berjalan, berbeda dengan Dapur MBG lainnya di kabupaten yang sudah beroperasi seperti biasa sejak Januari 2026. Kondisi ini mengundang pertanyaan dari masyarakat terkait peran Yayasan YANADA yang mengelolanya.
Salah seorang mitra pemilik lokasi MBG Kota Kualasimpang (yang tidak disebutkan nama) mengakui kepada media bahwa pihaknya belum menerima dana perbaikan yang telah dianggarkan sebesar lebih dari 470 juta rupiah. Bahkan, mitra tersebut harus mengeluarkan uang pribadi untuk keperluan terkait, meskipun dana anggaran sudah masuk ke rekening Yayasan YANADA.
Humas Yayasan YANADA, Abu Bakar, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp suara membenarkan bahwa Dapur MBG Kota Kualasimpang belum beroperasi. Menurutnya, pekerjaan perbaikan baru telah mencapai 85 persen. Namun, terkait alasan dana 470 juta rupiah yang belum diserahkan kepada mitra, Abu Bakar menyatakan agar pihaknya langsung bertanya kepada Ketua Yayasan Khairul. Ia menambahkan bahwa Khairul sedang keluar kota dan ponselnya tidak aktif saat ini.
Sementara itu, Ketua SPPG Kecamatan Kota Kualasimpang yang dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini tayang. Zulherman )












