Aceh Tamiang / Buser Siaga – Ada kesenjangan mencolok antara besarnya anggaran dan kenyataan di lapangan di RSUD Muda Sedia. Setiap tahun dialokasikan Rp1,78 miliar khusus pengelolaan limbah medis B2/B3 lewat pihak ketiga, namun limbah justru terlihat berserakan, menumpuk, bahkan dibakar sembarangan tanpa standar keamanan. Masalah ini sudah berkali‑kali diberitakan, tak ada perubahan berarti.
Lokasi penumpukan juga sangat berisiko: tepat di dekat dapur umum Makanan Bergizi (MBG) anak sekolah, mengancam pencemaran udara dan penyebaran penyakit. Padahal nilai kontrak miliaran rupiah seharusnya menjamin lingkungan bersih & steril.
Sorotan Tajam: Direktur “Alergi” Media & Jabatan Panjang
Hingga berita diturunkan, Direktur RSUD dr. Andika belum memberikan tanggapan apa pun. Ia kerap menghindar dikonfirmasi dan dikenal mampu bertahan menjabat melewati 3 kali pergantian Bupati, namun masa jabatan panjang tak dibarengi perbaikan kinerja.
Masyarakat pun bertanya: “Ada apa di balik layar? Apakah ada kekebalan hukum?”. Tuntutan Warga
Warga Aceh Tamiang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut tuntas penggunaan anggaran Rp1,78 miliar yang diduga disalahgunakan/dikorupsi. Jangan biarkan anggaran negara mengalir tanpa hasil nyata.






