AMANAH dan Bupati Aceh Besar bahas Program Pendidikan, Ekonomi, dan pelestarian Budaya

Blog12 Dilihat

BUSERSIAGA, COM Aceh Besar, 9 April 2026 — Kolaborasi antara Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kian menguat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Dekranas, Gani, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis mulai dari pendidikan, pelestarian budaya, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Rombongan AMANAH yang dipimpin Ketua Yayasan, Dr. Syaifullah Muhammad, disambut langsung oleh Bupati Aceh Besar, Syech Muharram Idris, yang turut didampingi Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Dinas UMKM Aceh Besar.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya menjaga khasanah endatu atau warisan leluhur. Salah satu fokus utama adalah pelestarian Bahasa Aceh melalui penggunaan aktif dalam kehidupan sehari-hari dan integrasi dalam sistem pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas bahasa Aceh di tengah arus modernisasi.

Di sektor ekonomi, diskusi mengarah pada peningkatan transparansi pengelolaan usaha, khususnya sektor kuliner. Pemerintah mendorong penerapan sistem keuangan yang lebih akuntabel seperti tapping box guna meningkatkan kepercayaan publik sekaligus berdampak pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, di bidang pendidikan, Bupati Aceh Besar menginisiasi program berbasis keagamaan “Beut Kitab” yang akan diterapkan di sekolah. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran fardu ain dan fardu kifayah dalam konsep sekolah terpadu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, AMANAH juga akan difungsikan sebagai pusat pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK). Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kompetensi.

Penguatan kemampuan siswa turut menjadi perhatian, termasuk melalui pengembangan Bahasa Inggris dan pembinaan minat serta bakat sejak dini. Di sisi lain, sektor keagamaan juga diperkuat dengan rencana pengembangan program bagi santri dan dayah melalui koordinasi lanjutan dengan dinas terkait.

Dalam konteks pemberdayaan pemuda, kedua pihak mendorong pengembangan eduwisata berbasis pertanian, seperti budidaya melon, anggur, jagung dan produk pertanian lainnya yang berorientasi ekspor. Program ini diproyeksikan menjadi pintu masuk ekonomi kreatif berbasis desa.

Pertemuan tersebut juga menyoroti rencana pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus santri serta perhatian terhadap isu sosial, termasuk kondisi panti jompo di Aceh Besar yang masih membutuhkan intervensi lebih serius.

Sebagai tindak lanjut konkret, Bupati Aceh Besar dijadwalkan akan melakukan kunjungan khusus ke Gedung AMANAH guna melihat langsung potensi pengembangan pusat kreatif dan pelatihan generasi muda.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi fondasi awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara AMANAH dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berbasis budaya, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *