_Direktur Fiktif, Sapi Dijual Lurah: Dana BUMDes Hadya Makmur Sejahtera 225 Juta TA 2025 Raib Tanpa Jejak_

Blog9 Dilihat

BUSERSIAGA,COM_SIDOREJO_ – Penggunaan dana penyertaan modal *BUMDES Hadya Makmur Sejahtera Pekon Sidorejo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Lampung* Tahun Anggaran 2025 senilai *Rp 225.000.000* tidak dapat dipertanggungjawabkan. Direktur BUMDES terindikasi fiktif, tidak ada laporan, aset hilang, dan 2 ekor sapi dijual Kepala Pekon.

Hal itu terungkap dari keterangan sejumlah pihak saat dikonfirmasi Media, Kamis 4 September 2026.

Sekretaris Pekon Sidorejo Rohmadi menyebut dana Rp 225 juta dari *Dana Desa TA 2025* telah habis digunakan untuk pembelian 200 ekor bebek, pembuatan kandang bebek, sewa lahan, dan pembelian 2 ekor sapi senilai Rp 60.000.000.
“Uangnya sudah habis untuk itu semua,” ujarnya.

Namun saat ditanya data dan laporan pertanggungjawaban, Rohmadi mengaku tidak ada.
“Tidak ada di kantor desa itu laporan pengurus BUMDES. Katanya untuk akhir tahun biasanya laporannya setiap akhir tahun,” katanya.

Lebih mengejutkan, Rohmadi melempar tanggung jawab dan menyebut Direktur BUMDES sudah tidak aktif.
“Itu direktur BUMDES namanya Niam Mardanti. Tapi kalo sekarang dia mengajar di SMAN Simpang Kanan. Dia baru diangkat PNS. Saya engga tau detailnya penggunaan dana BUMDES. Saya lupa berapa persen untuk sapi dan berapa persen untuk bebek,” papar Rohmadi.

Pengakuan senada disampaikan Marbani, ayah Niam Mardanti.
“Anaknya sudah mengundurkan diri kurang lebih setahun yang lalu setelah anaknya diangkat PNS. Untuk apa jadi ketua BUMDES, dapat gaji aja engga,” kata Marbani.

Sementara itu, Kepala Pekon Sidorejo Ali Yunus menyatakan BUMDES *Hadya Makmur Sejahtera* saat ini tidak memiliki pengurus.
“Belum ada, ga ada yang mau jadi pengurus BUMDES,” ujar Ali Yunus.

Fakta baru terungkap dari mantan pengurus BUMDES yang dibuktikan dengan rekaman video.
“Menurut pengurus BUMDES awalnya, dirinya mengurus dua ekor sapi. Modal dua ekor sapi tersebut 30 juta dan di urus sekitar 6 bulan. Tapi kedua sapi tersebut sudah di jual 28 juta oleh Pak Lurah Ali Yunus,” ujarnya dalam video tersebut.

Hasil penelusuran di lapangan, kandang sapi BUMDES hanya berupa rangka kayu tanpa atap dan dinding dalam kondisi kosong. Rohmadi membenarkan “Belum bikin kandangnya”. Untuk bebek, dari 200 ekor awal kini tersisa sekitar 107 ekor.

Hingga berita ini diturunkan, RAB dan laporan pertanggungjawaban rinci penggunaan dana Rp 225 juta *TA 2025* belum dapat ditunjukkan. Masyarakat meminta *DPM Kabupaten Tanggamus, Inspektorat dan APH* segera melakukan audit khusus dan mengusut kemana larinya dana hasil penjualan sapi Rp 28.000.000.

Pihak terkait berhak memberikan hak jawab untuk pemberitaan berimbang.

_[Tim ]_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *