PIDIE – Ketua Tim Pengamanan Mualem Center Pusat, Suryadi, yang akrab disapa Adiray, mengecam keras tindakan oknum TNI yang diduga melakukan pemukulan dan penembakan terhadap masyarakat. Insiden tersebut terjadi di Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, di sela-sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Adiray, yang juga merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pase, meminta pihak terkait dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Langkah tegas ini dinilai krusial agar para korban bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.
Terkait pemicu insiden yang diduga berhubungan dengan pengibaran bendera, Adiray menegaskan bahwa persoalan Bendera Bintang Bulan sebenarnya sudah selesai secara hukum di tingkat daerah.
“Persoalan bendera Bintang Bulan itu sudah sah setelah ditetapkan menjadi Qanun oleh DPRA di tahun 2013,” ujar Adiray.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemerintah Aceh bersama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak boleh tinggal diam. Adiray mendesak kedua lembaga legislatif dan eksekutif tersebut untuk segera mengambil sikap konkret dan memperjelas regulasi bendera ini di tingkat nasional, agar polemik serupa tidak terus berulang di lapangan.
“Pemerintah Aceh dan DPRA harus segera mengambil sikap terkait persoalan bendera Bintang Bulan. Jangan sampai rakyat kembali menjadi korban,” pungkas Adiray tegas.





