Aceh Tamiang, / Buser Siaga – 9 Maret 2026 – Warga Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang yang baru saja mengalami banjir bandang mengeluhkan kurangnya tanggapan dari PLN Cabang Kualasimpang terkait permintaan pemasangan kabel listrik langsung ke rumah masing-masing. Laporan yang diajukan lebih kurang satu minggu lalu belum mendapatkan tindakan apapun, padahal kondisi sambungan listrik saat ini dianggap membahayakan.
Pasca bencana, pasokan listrik ke beberapa rumah warga harus melalui sambungan antar tetangga meskipun setiap rumah sudah memiliki meteran sendiri. Kondisi ini menyebabkan NCB listrik sering berbalik dan daya tidak mencukupi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat awam.
“Kita sudah melapor langsung ke kantor PLN, tapi hanya dilayani oleh satpam yang memberikan nomor HP dan mengatakan akan dihubungi nanti. Namun hingga sekarang tidak ada kontak sama sekali,” ungkap salah satu perwakilan warga.
Usaha berikutnya dilakukan dengan menghubungi Reza, petugas bidang SPU PLN Kualasimpang, melalui nomor yang diperoleh dari petugas PLN lain, Pak Ade. Namun panggilan telepon tidak diangkat dan pesan WhatsApp juga tidak mendapatkan balasan.
Warga menilai pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar lembaga publik penting seperti PLN. Mereka menginginkan pihak PLN menempatkan personel yang profesional, mampu melayani dengan baik, dan menghargai setiap laporan masyarakat.
“Kita bahkan sudah melaporkan melalui awak media, tapi tetap tidak ada tanggapan apapun. Apakah ini memang standar operasional pelayanan di PLN Kualasimpang?” tandas warga dengan penuh kecemasan.
Jika tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan dalam waktu dekat, warga siap mengajukan keluhan resmi ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang untuk mendapatkan solusi. ( zulherman )





