Ridwan Kamil Bernostalgia Di Museum Tsunami Aceh Dalam Rangka Konferensi Arsitek Internasional

Pariwara32 Dilihat

Momen mantan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil atau yang akrab dikenal Kang Emil saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh yang didesain oleh dirinya, di Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026).

BANDA ACEH – Mantan Gubernur Jawa Barat yang juga seorang arsitek ternama, Ridwan Kamil, atau yang akrab disapa Kang Emil, kembali mengunjungi Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh pada Sabtu (18/4/2026). Kehadiran sosok perancang museum tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Konferensi Internasional Kebencanaan yang diselenggarakan oleh Persatuan Arsitek Internasional atau Union Internationale des Architectes (UIA).

Kunjungan ini terasa emosional mengingat Museum Tsunami Aceh adalah salah satu karya arsitektur paling monumental milik Ridwan Kamil yang memenangkan sayembara internasional pada tahun 2007. Dalam kunjungannya, Kang Emil menyusuri lorong-lorong museum, mulai dari Space of Fear hingga Space of Hope, sembari menyapa para pengunjung dan delegasi arsitek dari berbagai negara.

“Kembali ke sini selalu menghadirkan rasa haru yang luar biasa. Museum ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol ketangguhan masyarakat Aceh dan pengingat bagi dunia tentang pentingnya mitigasi bencana,” ujar Ridwan Kamil di sela-sela kunjungannya.

Kehadiran Kang Emil di Banda Aceh kali ini bertujuan untuk berbagi perspektif dalam konferensi UIA mengenai peran arsitektur dalam menghadapi krisis iklim dan kebencanaan global. Sebagai pembicara kunci, ia menekankan bahwa desain bangunan di masa depan harus mengedepankan aspek keselamatan tanpa meninggalkan nilai-nilai estetika dan kearifan lokal.

Konferensi internasional ini dihadiri oleh ratusan arsitek dari seluruh dunia yang berkumpul di Banda Aceh untuk mendiskusikan inovasi konstruksi di daerah rawan bencana. Museum Tsunami Aceh sendiri dijadikan sebagai studi kasus utama (field trip) bagi para peserta konferensi karena dinilai berhasil memadukan fungsi edukasi, memorial, sekaligus tempat evakuasi darurat.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan bersama para arsitek muda lokal Aceh. Kang Emil berpesan agar generasi penerus arsitek Indonesia terus berinovasi dalam menciptakan solusi ruang yang responsif terhadap tantangan alam, sebagaimana semangat yang tertanam dalam dinding-dinding Museum Tsunami Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *