ACEH TAMIANG, BUSER SIAGA –   Senin (29/12/2025) – Ratusan warga korban banjir dari berbagai desa di Aceh Tamiang menggelar aksi damai yang teratur di halaman kantor Bupati, dipimpin oleh aktivis nasional Aprizal Rozi beserta Chairul, AYI Garang, dan Komando Masa Uden KS dari Aliansi Rakyat Berdaulat.

Dengan yel-yel meriah “Bencana Nasional, Bantuan Rumah, Uang 100 Juta per KK”, massa menyampaikan tuntutan utama: agar Presiden Prabowo menetapkan bencana banjir di Aceh bahkan seluruh Pulau Sumatra sebagai Bencana Nasional, serta pemerintah daerah menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran bantuan.

“Bencana ini seperti tsunami kedua yang menimpa rakyat kita, tapi mengapa pemerintah pusat belum berani menetapkan status nasional? Itu pertanyaan yang menggigit hati warga korban,” ungkap koordinator pendemo, menambahkan bahwa banjir disebabkan penebangan hutan liar yang terbukti dari kayu balok berangka yang ditemukan di lokasi banjir.

Aksi diterima langsung oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, Sekda Syuaibun Anwar, dan Wakil Bupati Ismail. Lima perwakilan massa kemudian berdiskusi intensif dengan pihak dinas, yang meminta waktu untuk berkonsultasi dengan Bupati.

“Kami apresiasi aksi damai yang dilakukan massa hari ini. Masalah banjir memang sangat mendesak dan perlu perhatian serius dari semua pihak, termasuk pusat. Kami akan memastikan proses komunikasi berjalan lancar,” ujar Kapolres AKBP Muliadi dalam kesempatan itu.

Hasil diskusi menunjukkan komitmen dari Pemkab Aceh Tamiang yang sepakat mengeluarkan surat rekomendasi yang ditandatangani Wakil Bupati Ismail. Dalam surat itu, pemerintah kabupaten akan segera mengkoordinasikan dengan Forkompinda, DPRK, dan Dandim untuk menyampaikan permohonan resmi kepada Presiden agar segera menetapkan status Bencana Nasional.

Setelah mendapatkan janji tentang surat rekomendasi, massa yang puas bubar dengan teratur dan kembali ke desa masing-masing. ( Zulherman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *