Polisi Di Aceh Evakuasi Warga Yang Sakit Dari Lokasi Banjir

Aceh Utara21 Dilihat

Lhoksukon – Personel Polsek Matangkuli Polres Aceh Utara Polda Aceh mengevakuasi warga yang sakit dan harta bendanya dari lokasi banjir ke tempat aman. Evakuasi tersebut dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, bencana alam berupa banjir melanda sebagian wilayah Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara pada Jumat, 6 Oktober 2023. Sehingga personel Polsek setempat bergerak dan berupaya mengevakuasi warga, terutama yang sakit, termasuk harta bendanya.

“Dalam situasi banjir, personel Polsek Matangkuli telah hadir di tengah masyarakat dan bekerja tanpa lelah. Personel di lapangan menggunakan perahu karet dan kendaraan yang mereka miliki untuk mencapai daerah terisolir akibat banjir. Tidak hanya membantu mengamankan harta benda milik masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada warga sakit atau rentan,” kata Joko, dalam rilisnya, Minggu, 8 Oktober 2023.

Sementara itu, secara terpisah, Kapolres Aceh Utara AKBP Deden Heksaputera menyatakan, pihaknya akan memprioritaskan keselamatan masyarakat di lokasi banjir, bagaimanapun situasinya.

“Kami siap membantu siapapun yang membutuhkan evakuasi, terutama warga sakit dan memerlukan perawatan medis khusus. Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat dalam situasi apapun,” ujar Deden Heksaputera.

Di samping itu, warga Matangkuli juga sangat mengapresiasi upaya besar yang dilakukan oleh personel polisi di lokasi banjir. Kata warga, keberanian, kepedulian, dan kehadiran mereka di tengah masyarakat menciptakan ketenangan, walaupun situasi sedang banjir.

“Upaya kolaboratif ini adalah contoh yang kuat tentang solidaritas dalam menghadapi bencana alam. Personel Polsek Matangkuli menunjukkan, bahwa mereka lebih dari sekadar penegak hukum, tetapi mereka juga teman dan pelindung masyarakat dalam situasi sulit. Semoga semangat positif ini terus membawa harapan di tengah keterpurukan,” demikian, kata warga Matangkuli. (Tf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *