Polda Aceh Ungkap Kronologi Penembakan yang Menewaskan Pratu Galuh Nugraha

Banda Aceh8 Dilihat

Banda Aceh.Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengungkap kronologi peristiwa penembakan yang menyebabkan seorang anggota Polisi Militer (POM) TNI, Pratu Galuh Nugraha, meninggal dunia.

Kapolda Aceh menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari operasi penangkapan terhadap empat orang terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob. Sementara itu, tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

Dalam proses pengejaran terhadap para pelaku, petugas sempat melepaskan tembakan. Namun, dalam situasi tersebut, peluru yang mengalami rekoset mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan.

Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Belakangan diketahui bahwa korban merupakan anggota POM TNI.

“Saat kejadian terdapat empat orang terduga pelaku di dalam mobil. Satu orang yang diduga merupakan anggota Brimob telah berhasil kami amankan, sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran,” ujar Kapolda Aceh.

Ia menjelaskan, dalam proses pengejaran, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Peluru rekoset kemudian mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan, yang belakangan diketahui merupakan anggota POM TNI.

Joko mengatakan, sejak peristiwa tersebut terjadi, Kapolda Aceh telah melakukan koordinasi secara intensif dengan Pangdam Iskandar Muda beserta jajaran, Danpuspomad, serta Danpomdam IM.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta-fakta awal terkait peristiwa, memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara kedua institusi.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan seluruh jajaran, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia,” ucapnya.

Joko juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi terkait peristiwa tersebut yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara,” harapnya.

Polda Aceh memastikan proses penyelidikan dan pengejaran terhadap tiga terduga pelaku yang masih melarikan diri terus dilakukan. Masyarakat juga diharapkan dapat membantu aparat dengan memberikan informasi yang dapat mendukung proses pengungkapan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *