ACEH TAMIANG / Buser Siaga – Kondisi air hasil pengeboran di lokasi Huntara Opak, Aceh Tamiang, menuai sorotan tajam. Pasalnya, air yang dihasilkan berwarna keruh, kecokelatan hingga hitam pekat, serta menyengat bau tidak sedap. Padahal, fasilitas ini diperuntukkan bagi warga korban banjir tahun 2025 yang sangat membutuhkan akses air bersih.

Fasilitas sumur bor tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan. Akibatnya, warga yang tinggal di hunian sementara tersebut terpaksa menggunakan air yang diduga tidak layak konsumsi dan tidak sehat untuk kebutuhan mandi, mencuci, hingga memasak.

Belum lagi, kondisi sanitasi di lokasi Huntara Opak juga sangat memprihatinkan. Tidak adanya saluran pembuangan yang layak membuat air limbah menggenang dan berputar di sekitar lingkungan hunian. Hal ini dikhawatirkan menjadi sarang penyakit, hingga saat ini banyak warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, dan gatal-gatal pada kulit.

Penjelasan Pihak BNPB

Ketika dikonfirmasi awak media, Tomi Harianto dari BNPB melalui pesan WhatsApp pada Senin (4/5/2026) mengakui bahwa air saat ini masih dalam kondisi kotor.

Menurutnya, BNPB hanya mendukung pembangunan sumur bor tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak vendor saat ini masih dalam tahap pembersihan.

“Airnya memang masih kotor. Kekhawatirnya kalau langsung dipasang pompa, umurnya tidak lama karena akan mengeluarkan pasir dan lumpur. Makanya vendor ingin benar-benar clear agar nantinya bermanfaat terus,” ujar Tomi.

Ia juga menyebutkan akan menghubungi Mukim setempat selaku penanggung jawab di lokasi Huntara.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Mukim Opak, Irwansyah, hingga Perton Panjaitan dari pihak BNPB, hingga berita ini diturunkan belum berhasil mendapatkan respons lebih lanjut.

Hingga saat ini, warga Huntara Opak masih bertahan menggunakan air yang tidak layak tersebut. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan menjadi sorotan publik, serta meminta perhatian serius dari semua pihak terkait demi kesehatan warga. ( Zulherman )

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *