Aceh Tamiang/ Buser Siaga Beberapa elemen LSM dan wartawan di Kabupaten Aceh Tamiang terlibat dalam Tim Verval Tahap 3 untuk pencairan anggaran bantuan korban banjir dari pusat. Namun, tuduhan terkait sistim kerusakan data yang diduga merugikan masyarakat dan menyebabkan penundaan pencairan dana tidak terbukti.

Menurut Camat Kota Kualasimpang Cakra, tim tersebut sedang menjalankan tugasnya saat ini, dengan jumlah sekitar 30 orang lebih yang terlibat sebagai tim verval penerima bantuan. Sawaludin, Korlap Tim Verval Tahap 3 (yang sebelumnya merupakan tim verval pertama dari Kementerian Dalam Negeri dan TNI), menjelaskan bahwa proses verval bertujuan untuk mengidentifikasi penerima bantuan yang tercatat dalam data ganda atau TMK (Tanpa Makna Khusus) yang berganti nama dengan Noscorer.

“Yang diverval adalah penerima bantuan yang tidak ada di rumah saat pendataan awal. Melibatkan elemen lokal seperti LSM dan tokoh masyarakat adalah bagian dari kearifan lokal, bukan khusus wartawan dan LSM. Pekerjaan yang dilakukan hari ini kami yakinkan benar,” ujar Sawaludin yang juga mantan Ketua PWI Aceh Tamiang. Ia menambahkan bahwa setelah verval, terdapat penyesuaian data sebanyak 136 orang yang dinyatakan sudah sesuai.

Di sisi lain, Ketua SWI Aceh Tamiang Hendriko Lubis menegaskan bahwa keterlibatan tersebut bukan atas nama seluruh wartawan dan LSM di daerah tersebut. “Hanya sebagian wartawan yang melibatkan diri secara individu sebagai tim verval, bukan mewakili organisasi. Pada dasarnya SWI sangat mendukung program pemerintah Aceh Tamiang yang membela nasib warga pasca banjir,” jelasnya. (Zulherman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *