Keterbatasan Ekonomi Bukan Penghalang, Ponpes AL-Azhar Darusalam Argomulyo Prioritaskan Yatim Piatu`

Blog16 Dilihat

BUSERSIAGA,com`SUMBEREJO, TANGGAMUS` – *Pondok Pesantren Al-Azhar Darussalam* yang berlokasi di Pekon Argomulyo, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan setara.

Dalam mendukung program pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan, ponpes ini memprioritaskan penerimaan anak didik dari keluarga kurang mampu, terutama anak yatim dan yatim piatu.

Hendro, selaku pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar Darussalam, saat menerima kunjungan silaturahmi awak media di kediamannya menjelaskan misi utama berdirinya ponpes ini.

“Pondok Pesantren Al-Azhar sangat mengutamakan bagi anak-anak dengan keadaan ekonomi orang tuanya yang tidak mampu, terlebih lagi untuk anak-anak yatim piatu. Mereka berhak mengenyam pendidikan layak serta menjadi generasi yang berguna bagi bangsa, terutama dalam bidang agama,” tutur Hendro.

Ia menambahkan, misi mendirikan ponpes adalah membantu keluarga yang terkendala ekonomi agar anak-anak mereka tetap bisa sekolah, mulai dari jenjang dasar sampai menengah atas atau setara SMA.

Meski memiliki semangat besar, Hendro juga jujur mengakui fasilitas di ponpesnya masih sangat terbatas dan jauh dari kata layak.
“Fasilitas pondok pesantren masih sangat banyak kekurangan, terutama asrama untuk para santri. Begitu pun untuk ruang belajar masih seadanya. Tapi keterbatasan ini bukan penghalang untuk mencetak generasi bangsa,” ucapnya.

Di akhir perbincangan, Hendro berharap ada perhatian dari pemerintah daerah demi terwujudnya cita-cita mulia dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa dan mengayomi para anak yatim maupun yatim piatu.

“Generasi penerus bangsa adalah seluruh generasi muda saat ini yang akan melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan, serta menentukan arah dan masa depan negara bahkan agama sekalipun. Mereka berhak mewujudkan cita-cita dan tidak boleh terzolimi oleh ketidakmampuan ekonomi,” tegas Hendro.

Bd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *