ACEH TAMIANG / Buser Siaga. – Kepala Sekolah SMA oNegeri 1 Tamiang Hulu, ., secara tegas mengklarifikasi dan membantah pemberitaan yang beredar terkait dugaan pemotongan maupun pungutan uang dari dana honor guru. Ia menegaskan, isu yang disampaikan salah satu media online tersebut tidak berdasar sama sekali.
Klarifikasi itu disampaikan langsung oleh M kepada awak media di Kuala Simpang, Rabu (30/9/2026).
“Saya tegaskan dengan tegas: tidak ada pungutan, tidak ada pemotongan, dan tidak ada pengambilan paksa uang gaji guru. Pemberitaan yang menyebutkan saya meminta dana honor guru untuk keperluan pribadi atau keperluan lain adalah tidak benar,” ujar Marlina.
Ia menjelaskan kejadian yang sebenarnya: Beberapa oknum guru sebelumnya telah menggunakan dana kas sekolah untuk keperluan tertentu. Ketika dana honor guru dicairkan, hal itu dimanfaatkan untuk mengembalikan dana kas sekolah yang telah terpakai — bukan dipungut oleh kepala sekolah, bukan disetor ke pihak lain, dan bukan pula keuntungan pribadi kepala sekolah.
“Ini soal pengembalian dana kas sekolah yang sudah dipakai sebelumnya oleh pihak terkait. Bukan pemotongan, bukan pungutan. Anggapan saya mengambil uang guru itu keliru besar,” tegasnya.
Sementara itu, S yang turut hadir dalam pertemuan tersebut membenarkan pembahasan yang terjadi. Menurutnya, pertemuan itu hanya membahas pemindahan guru serta pengembalian dana kas sekolah yang digunakan oleh salah satu guru — yang juga merupakan salah satu dari Kepala Desa,di Kecamatan Tamiang Hulu. Tidak ada satupun pembicaraan mengenai pungutan uang oleh kepala sekolah.
“Yang dibahas hanya pengembalian dana kas yang terpakai. Tidak ada pemotongan gaji, tidak ada perintah menyerahkan uang kepada kepala sekolah. Berita yang beredar itu tidak sesuai fakta di lapangan,” ungkap Sutiman.
- Marlina berharap klarifikasi ini dipahami masyarakat luas, sehingga nama baiknya dan lembaga sekolah tidak terus-menerus ternoda oleh informasi yang tidak benar.(Zulherman)







