Sekda Syuaibun Anwar: Posisi Saya di Yayasan Terpisah Sepenuhnya dari Urusan Sekolah
Aceh Tamiang / Buser Siaga – Bayangan kecurangan pengelolaan dana pendidikan kembali muncul di Kabupaten Aceh Tamiang. Kali ini menimpa SMA Swasta Alwasliyah (AW) di Kota Kualasimpang, yang diduga memanipulasi data siswa demi meraup Dana Operasional Sekolah (BOS) dan bantuan pemerintah lainnya selama bertahun-tahun.
Kecurigaan awak media terpicu dari pemandangan yang tak masuk akal: setiap hari terlihat 67 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dikirimkan ke sekolah ini, namun saat dipantau langsung, tak terlihat satu pun siswa yang sedang belajar, bahkan tak ada tanda-tanda proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Sekolah terlihat sepi senyap, seolah tak berpenghuni.
Setelah menelusuri data dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), fakta yang terungkap semakin mengherankan. Dalam sistem resmi, SMA Alwasliyah tercatat masih beroperasi aktif dengan data: 63 siswa, 8 tenaga pendidik, 10 tenaga kependidikan, dan 4 rombongan belajar. Padahal kenyataan di lapangan berbicara sebaliknya: aktivitas sekolah diduga nihil, tak ada murid yang bersekolah di sana.
Ketika dikonfirmasi awak media, Kepala Sekolah SMA AW, Seprianto, terkesan menghindar dan tak menguasai substansi pertanyaan. Alih-alih menjelaskan kesenjangan data siswa dan penggunaan dana BOS yang telah dicairkan bertahun-tahun, ia justru mengalihkan pembicaraan soal proyek revitalisasi sekolah. Ketidakmampuan Kepala Sekolah menjawab hal mendasar ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana ia bisa mempertanggungjawabkan ratusan juta rupiah dana publik yang masuk ke rekening sekolah?
Sementara itu, Drs. Syuaibun Anwar – yang juga menjabat sebagai PLT Sekda Aceh Tamiang dan berstatus sebagai Sekretaris Yayasan Alwasliyah – memberikan pernyataan tegas saat dikonfirmasi.
“Benar saya Sekretaris Yayasan Alwasliyah, namun urusan yayasan terpisah sepenuhnya dengan operasional sekolah. Saya tidak pernah mencampuri hal-hal administrasi sekolah, apalagi soal pencairan dana BOS, saya sama sekali tidak mengetahuinya,” ujar Syuaibun melalui sambungan telepon seluler.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Yayasan Alwasliyah Buyung Arifin belum dapat dimintai keterangan karena sedang menunaikan ibadah Umrah.
Kasus ini memicu keprihatinan luas: apakah dana pendidikan yang seharusnya menjadi hak anak bangsa justru dimanfaatkan dengan cara-cara yang tidak jujur? Masyarakat Aceh Tamiang menantikan klarifikasi resmi dari Dinas Pendidikan serta penelusuran tuntas agar keadilan dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan tetap terjaga.(Zulherman)






