ACEH TAMIANG / BUSER SIAGA — Kisah kepedulian yang sungguh menyentuh hati. Di saat seluruh perhatian dan tenaganya tengah dicurahkan untuk memulihkan Aceh Tamiang pasca diterjang banjir bandang, Bupati Brigjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, tak melupakan nasib dua warganya yang terperangkap jauh di negeri Afrika. Muhammad Renja dan Melisa Habib kini telah pulang ke pelukan keluarga dengan selamat, berkat tangan peduli pemimpin mereka.
Kedua warga kita ini tertipu janji pekerjaan di luar negeri, namun justru berakhir ditahan kepolisian di Madagaskar. Jauh dari keluarga, tak tentu kapan bisa kembali — kegelisahan mendera setiap hari.
Laporan Didengar, Langkah Segera Diambil
Keluarga yang diwakili Ismail mendatangi ruang kerja Bupati untuk melaporkan nasib kedua anak tersebut. Meski jadwal padat mengurus pemulihan daerah pascabencana, Bupati Armia tak menutup telinga. Beliau langsung bergerak, memanfaatkan seluruh relasi dan jaringan yang dimilikinya demi memastikan keselamatan warganya.

Proses berlangsung cepat dan nyata:
– 28 Agustus 2026 — Tiket pemulangan diproses atas bantuan Bupati
– 29 Agustus 2026 — Mereka berangkat meninggalkan Madagaskar
– 30 Agustus 2026 — Tiba dengan selamat di tanah air Indonesia
Pemimpin yang Hadir Saat Paling Sulit
Kepulangan ini terasa makin istimewa karena dilakukan di saat Bupati dan jajarannya sibuk memacu pemulihan infrastruktur serta membantu warga yang terdampak banjir. Namun di tengah kesibukan yang tak kenal lelah itu, perhatian beliau tetap menyisakan ruang untuk menyelamatkan dua nyawa yang terjebak jauh.
“Di saat kami merasa tak berdaya, Bapak Bupati hadir sebagai pelindung rakyat. Beliau bergerak cepat memastikan anak kami kembali, padahal kami tahu Bapak sedang sangat sibuk memulihkan daerah kami pasca banjir. Perhatian ini sungguh tak ternilai,” ucap Kesuma Dewi, ibu kandung korban, dengan mata berkaca-kaca.
Lanjutnya, kehadiran Bupati menjadi penawar bagi kegelisahan yang mendera keluarga selama ini.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Bapak Bupati. Kehadiran perhatian Beliau menjadi penawar bagi kekhawatiran kami yang setiap hari mencemaskan keselamatan anak di negeri asing. Kami tak dapat membalas kebaikan ini,” tuturnya.
Keluarga hanya bisa berdoa semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, serta kekuatan kepada Bupati Armia Pahmi — untuk terus memimpin, melayani, dan menjaga rakyatnya, baik di saat bencana maupun di saat warganya tersesat jauh di negeri orang.
“Semoga kebaikan Bapak menjadi amal jariyah yang tak terputus,” pungkas Kesuma Dewi.
(Laporan: Zulherman / Buser Siaga)


