Aceh Tamiang/ Buser Siaga   – Memasuki hari keempat pembelajaran di Sekolah Rakyat yang disponsori PT. Benvors Sarana Utama, para murid tidak hanya belajar dari buku saja. Mereka diajak langsung berkreasi dan berperan aktif dalam melestarikan alam melalui praktek pembibitan pohon, sebagai upaya nyata mencegah bencana banjir di masa depan. Hal itu disampaikan Fahkrul Razi, C.PS, C.TM selaku Guru Pengarah, pada Selasa (30/12/2025).

Sebagaimana rutinitas hariannya, pembelajaran diawali oleh Guru Siti Zakyah Zahiroh dengan pembacaan doa dan surat-surat pendek Al-Qur’an. Para murid mengikuti dengan penuh antusias dan semangat.

Setelah itu, Ust Huslaini S.Sos.I menyampaikan materi sejarah agama Islam untuk menanamkan rasa cinta terhadap para nabi dan rasul. “Kita mulai dari membaca Al-Qur’an, lalu mereka menuliskan nama-nama para nabi agar bisa mengenal dan mencontoh perilaku baik mereka sehari-hari,” jelasnya.

Serunya Praktek Lapangan: Dari Botol Bekas hingga Tanam Pohon
Bagian paling dinanti adalah sesi praktek kerja lapangan yang dipimpin Fahkrul. Para murid diajarkan membuat gembor penyiram dari botol bekas minuman mineral – sebuah cara kreatif memanfaatkan barang bekas agar bermanfaat kembali. “Ini adalah kerajinan tangan yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga mengajarkan pentingnya daur ulang,” ujar Fahkrul.

Di lapangan, anak-anak bergantian mengolah tanah dengan mencampurkannya bersama pasir dan arang sekam dengan perbandingan yang sama. “Untuk bibit yang sehat, media tanamnya harus baik juga. Ketiga unsur ini harus dicampur merata,” jelas Fahkrul sambil membimbing.

Suasana semakin meriah saat proses menyiram! Polibag yang sudah diisi tanah disiram dengan gembor buatan sendiri, dan tak jarang cipratan air membuat para murid tertawa riang. Wajah ceria mereka benar-benar mencerminkan kegembiraan dalam belajar hal baru.

Pelajaran Berharga untuk Masa Depan

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pembibitan, para murid memahami bahwa menanam pohon bukan hanya sekadar aktivitas, tapi juga bentuk tanggung jawab untuk menjaga alam dan mencegah banjir. Pembelajaran ditutup dengan mencuci tangan, menikmati buah duku, serta menerima uang jajan untuk setiap anak. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. Benvors Sarana Utama yang telah mendukung kegiatan ini,” pungkas Fahkrul.( Zulherman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *