ACEH TAMIANG / Buser Siaga – Proyek revitalisasi TK Pembina Kuala Simpang yang dibangun menggunakan anggaran negara senilai sekitar Rp1,26 miliar, kini menjadi sorotan tajam. Alih-alih berjalan sesuai rencana, pelaksanaan pekerjaan ini justru menyisakan tanda tanya besar setelah sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan dugaan pelanggaran teknis dan ketidaksesuaian spesifikasi yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, kecurigaan mendalam muncul saat proses pengecoran bangunan sedang berlangsung. Terlihat indikasi kuat bahwa material yang digunakan dalam pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam dokumen kontrak. Jika dugaan ini terbukti benar, maka kualitas dan ketahanan bangunan yang nantinya akan digunakan oleh anak-anak diduga akan jauh di bawah standar yang dijanjikan, dan berisiko membahayakan keselamatan para peserta didik.

Kelemahan pengawasan juga terlihat sangat mencolok di lapangan. Tidak ditemukannya keberadaan Konsultan Pengawas yang seharusnya hadir dan memantau jalannya pekerjaan secara berkala, memberikan kesan bahwa proyek bernilai miliaran rupiah ini berjalan tanpa kendali mutu yang jelas. Padahal, peran pengawas sangat vital untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan aturan yang berlaku.

Bukan hanya soal material, aspek keselamatan kerja pun dinilai diabaikan. Para pekerja terlihat sibuk menyelesaikan tugas tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Hal ini jelas melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang wajib diterapkan dalam setiap kegiatan konstruksi, seolah aturan main hanya menjadi tulisan mati di atas kertas.

Pihak instansi terkait pun tak luput dari sorotan. Pengawasan yang dinilai kurang optimal membuat pelaksanaan proyek ini terkesan dibiarkan berjalan apa adanya. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah daerah, mengingat potensi penyimpangan terhadap mutu pekerjaan sangat besar terjadi tanpa pemantauan yang ketat.

Hingga berita ini disusun, awak media telah berupaya meminta konfirmasi dan penjelasan resmi kepada Kepala TK Pembina Kuala Simpang selaku penanggung jawab di satuan pendidikan tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan. Demikian juga dengan pihak pelaksana pekerjaan, konsultan pengawas, maupun dinas terkait, masih terus diupayakan untuk memberikan klarifikasi atas temuan-temuan ganjil di lokasi.

Menyikapi hal ini, kekhawatiran masyarakat semakin memuncak. Warga berharap Dinas Pendidikan Aceh Tamiang segera turun tangan melakukan evaluasi mendalam dan pemeriksaan menyeluruh. Pengawasan ketat dinilai sangat mendesak untuk memastikan uang rakyat yang nilainya mencapai miliaran rupiah ini digunakan secara benar, transparan, dan mampu menghasilkan bangunan sekolah yang berkualitas serta aman untuk generasi penerus bangsa.( Zulherman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed