Azhari Cage Kecam Oknum Aparat TNI Pukul Dan Tembaki Warga Pulo Kenari Tiro Pidie

Berita Utama5 Dilihat

 

BANDA ACEH . Anggota DPD RI / MPR RI asal Aceh, *H. Azhari Cage*, mengecam keras tindakan aparat TNI yang melakukan pemukulan dan penembakan terhadap warga Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, hingga menyebabkan adanya warga yang meninggal dunia.

Azhari Cage meminta dengan tegas kepada Pangdam Iskandar Muda dan Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kita jangan terus-terusan bicara damai. Buat apa damai terus didengungkan bila masyarakat Aceh terus dipukuli dan ditembaki sehingga darah masyarakat Aceh kembali tumpah,” tegas Azhari Cage dalam rilisnya, Rabu (4/11/2026).

Menurut Azhari, persoalan warga yang mengibarkan bendera dalam acara Maulid Nabi tersebut harus bisa dipahami. Ia menilai kekesalan warga wajar, mengingat persoalan bendera Aceh sudah 20 tahun tidak tuntas.

“Persoalan warga mengibarkan bendera di acara Maulid tersebut harus bisa dipahami, mungkin kesal. Masak persoalan bendera sudah 20 tahun tidak tuntas-tuntas?” ujarnya.

Azhari menegaskan, persoalan bendera Aceh adalah persoalan politik yang belum tuntas, bukan persoalan hukum. Karena bendera tersebut sudah memiliki Qanun dan Undang-Undang yang mengaturnya.

“Lagi pula persoalan bendera ini kan persoalan politik yang belum tuntas, bukan persoalan hukum, karena bendera ini ada Qanun-nya ada Undang-Undangnya. Lagi pula kalau dianggap ada persoalan hukum, ranahnya polisi bukan TNI,” tegas senator Aceh itu.

“Saya sebagai senator Aceh sedih, sudah 20 tahun damai Aceh masih ada darah rakyat Aceh yang tumpah di tangan aparat. Kita sangat sedih dan menyayangkan hal ini terjadi, apalagi di perayaan Maulid Nabi. Sungguh ini sangat melukai hati masyarakat Aceh dan mencederai perdamaian yang terjadi di Aceh,” tambahnya.

Azhari sangat mengharapkan persoalan bendera Aceh ini benar-benar dituntaskan oleh pemerintah pusat agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.

“Saya sangat mengharapkan persoalan bendera Aceh ini benar-benar dituntaskan agar hal seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Persoalan bangsa ini sudah banyak, persoalan Papua aja belum selesai-selesai, jangan sampai Aceh juga kembali diseret ke pusaran konflik gara-gara persoalan yang sudah ada dalam Undang-Undang dan Qanun tidak dituntaskan,” tutup Azhari Cage.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *