INDONESIA / BUSER SIAGA — Rintihan dan permohonan tolong kini terdengar dari ribuan kilometer jauhnya. Empat puluh sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), sebagian besar warga Sumatera, kini terperangkap dalam penderitaan mendalam di Madagaskar, Afrika. Mereka tertipu ajakan “kerja di luar negeri”, namun kini justru ditahan kepolisian setempat selama 48 hari, diperlakukan tidak layak, disiksa, dan perempuan-perempuan di antara mereka kerap mengalami pelecehan.
Salah satu korban adalah Wulan Sari, warga Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Bersama puluhan rekannya, ia kini mendekam di Kantor Polisi Antananarivo, Madagaskar — terpisah dari keluarga, jauh dari tanah air, dan tak tahu kapan bisa pulang.
“Kami tidur tak layak, makan tak pasti. Teman laki-laki dipukuli. Kami perempuan tak aman, kerap dilecehkan petugas. Sudah 48 hari kami di sini, tak ada kepastian pulang,” demikian rintih mereka dari tahanan jauh di benak Afrika.
Tertipu “Ajak Kerja”, Berakhir Di Tahanan
Awalnya mereka diajak oleh agen mandiri yang dikenal dari lingkaran pertemanan — dijanjikan pekerjaan dan penghidupan lebih baik. Berharap mengubah nasib, mereka berangkat meninggalkan keluarga. Namun harapan itu berubah menjadi mimpi buruk begitu tiba. Alih-alih tempat kerja, mereka justru ditangkap dan ditahan kepolisian Madagaskar.
Jarak ke tanah air hanya sekitar 12 jam perjalanan udara, namun bagi mereka pulang terasa mustahil. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan — tak ada kabar kepastian.
Perlakuan Kejam, Rasa Aman Hilang
Penderitaan yang mereka alami sungguh memilukan:
– Tidur di tempat tak layak, tanpa perlindungan memadai
– Laki-laki mendapat kekerasan fisik langsung dari petugas
– Perempuan kerap dibawa ke tempat umum seperti diskotik dan mengalami perlakuan tidak senonoh serta pelecehan
– Tak ada kepastian proses hukum maupun kepulangan
“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, tolong selamatkan kami. Kami hanya rakyat kecil yang ingin mencari nafkah, kini terjebak dan tak berdaya. Tolong bawa kami pulang,” ucap Wulan dan kawan-kawan dengan suara bergetar.
Pemerintah Diminta Segera Turun Tangan
Kabar ini sungguh mengiris hati. Bayangkan ratusan keluarga di Sumatera dan daerah lain menanti kabar anak, istri, suami, atau saudara yang pergi mencari rezeki namun kini terperangkap di negeri asing dalam penderitaan.
Masyarakat luas memohon kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di Afrika, untuk segera bertindak: memastikan keamanan mereka, menuntut perlakuan manusiawi, dan mempercepat proses pemulangan ke tanah air.
“Jangan biarkan kami semakin lama menderita di sini. Kami ingin pulang,” tutup permohonan mereka yang kini bergema meminta didengar.
Identitas salah satu korban:
– Nama: Wulan Sari
– Tempat/Tgl Lahir: Labuhan Deli, 21 Februari 1999
– Alamat: Jl. YP Hijau, Gg. Famili-2, LK. 05, Kel. Labuhan Deli, Kec. Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara
– Kondisi: Ditahan di Kantor Polisi Antananarivo, Madagaskar — sudah 48 hari
Redaksi akan terus memantau perkembangan dan memohon perhatian seluruh pihak agar kabar ini didengar dan diselamatkan.(Zulherman)
Lo


