BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh secara resmi membuka Rapat Pimpinan (Rapim) sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Aceh 2026 yang dipusatkan di Hotel Amel Convention Hall, Blang Oi, Banda Aceh, Jumat (18/9/2026) malam.
Agenda akbar yang mengusung misi penguatan konsolidasi organisasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 September 2026.Acara pembukaan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Aceh, H. Aiyub bin Abbas, atau yang akrab disapa Abuwa.
Dalam sambutannya, Abuwa menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum DPP Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di luar daerah. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Mualem telah memberikan mandat penuh kepada forum Rapim untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan strategis partai.
Dalam pidato arahannya, Sekjen Partai Aceh menyerukan pesan kuat tentang pentingnya menjaga soliditas dan persatuan di internal partai. Ia meminta seluruh kader, simpatisan, hingga pimpinan struktur di semua tingkatan untuk menyatukan langkah dan menghindari konflik internal yang dapat merugikan perjuangan politik bersama.”Rapim ini merupakan momentum penting untuk mengevaluasi kinerja, mematangkan strategi, dan mempererat saf perjuangan kita. Kita harus tetap kompak dan fokus pada target besar demi kepentingan masyarakat Aceh,” ujar Abuwa di hadapan ratusan peserta.
Salah satu target politik utama yang ditegaskan dalam forum pimpinan ini adalah komitmen Partai Aceh untuk merebut kembali dominasi legislatif dengan membidik target 40 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada perhelatan politik mendatang. Forum ini juga dirancang sebagai wadah penyelarasan persepsi pasca-pemilu serta penguatan kapasitas bagi para anggota legislatif terpilih melalui pembekalan materi Bimtek.
Pantauan di lokasi, pembukaan Rapim dan Bimtek ini dihadiri oleh jajaran petinggi DPP Partai Aceh, seluruh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) kabupaten/kota se-Aceh, serta jajaran pimpinan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah. Turut hadir anggota fraksi Partai Aceh yang duduk di kursi DPRA maupun DPRK, serta para kepala daerah (Bupati/Wali Kota) utusan partai berlambang bulan bintang tersebut. Forum tertinggi ini diharapkan melahirkan rekomendasi-rekomendasi strategis demi arah kebijakan partai di masa depan.












