Aceh Tamiang / Buser Siaga — Harapan pulang ke pelukan keluarga seketika runtuh. Sudah dua bulan berlalu sejak puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) ditahan di Madagaskar karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah. Dari 7 Agustus hingga 7 Oktober 2026, mereka mendekam di tahanan Gendarmerie. Saat tanggal 7 Oktober tiba, keputusan pemulangan akhirnya keluar dan tiket pun sudah di tangan — namun langit tak berpihak, penerbangan justru dibatalkan oleh maskapai Emirates.
Saat ini, status mereka bukan lagi tahanan, namun belum juga bisa melangkah pulang. Mereka dititipkan dan diamankan sementara di kantor polisi imigrasi, dokumen sudah lengkap, tinggal menunggu kepastian — namun tak ada tanggal yang bisa dipegang.
Uang Makan Semakin Menipis, Banyak yang Sakit
Situasi makin memprihatinkan. Sejak pembatalan penerbangan itu, kebutuhan makan mereka bertumpu pada uang pengembalian (refund) tiket yang hangus — dan itu pun hanya sebagian yang bisa diklaim, sisanya hilang begitu saja tanpa ada penggantian. Setiap hari yang berlalu, sisa uang itu makin menipis.
ejak tanggal 8 Oktober hingga hari ini, bantuan dari KBRI hanya datang tiga kali: berupa air mineral, roti, dan obat-obatan. Itu saja. Untuk kepastian pemulangan, jawabannya selalu sama: “sedang diproses, belum tahu kapan bisa berangkat.”
“Semakin lama kami menunggu di sini, sisa uang semakin menipis. Kondisi kesehatan kami pun makin memburuk. Banyak di antara kami yang mulai demam, ada yang sakit parah, namun kami belum juga mendapatkan kepastian kapan bisa pulang,” ungkap salah seorang WNI kepada awak media.
Desak Pemerintah Segera Beri Kepastian Pulang
Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti, para WNI ini hanya meminta satu hal: agar pemerintah segera memberikan kejelasan jadwal pemulangan. Mereka tidak ingin sekadar diberi makanan sesekali — mereka ingin segera kembali ke tanah air.
“Kami bukan lagi tahanan, dokumen sudah lengkap. Yang kami butuhkan sekarang adalah kepastian kapan kami bisa dipulangkan. Jangan biarkan kami menunggu tanpa ujung di negeri orang,” harap mereka dengan suara yang bergetar.
Awak media akan terus memantau perkembangan nasib para WNI ini dan mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah nyata demi pemulangan mereka. Semoga kabar baik segera datang. ( Zulherman )









