Senator Aceh Azhari Cage Biayai Dan Jemput Sukardi, Korban Scammer Kamboja Asal Langsa

JAKARTA0 Dilihat

JAKARTA – Anggota DPD RI (Senator) asal Aceh, Azhari Cage, membiayai sepenuhnya pemulangan Sukardi (33), seorang warga Desa Gampoeng Baroeh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, yang menjadi korban penipuan lowongan kerja (scammer) di Kamboja. Selain menanggung biaya administrasi dan tiket pesawat, Azhari juga menjemput langsung korban saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Sukardi diketahui telah berada di Kamboja selama delapan bulan. Selama empat bulan pertama, ia dipaksa bekerja tanpa menerima gaji sepeser pun. Menyadari dirinya menjadi korban penipuan, Sukardi akhirnya memberanikan diri melarikan diri dan mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Sejak bulan Mei lalu, ia tinggal di tempat penampungan pihak kedutaan.

“Saya dihubungi oleh saudara Sukardi yang meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke Aceh,” ujar Azhari Cage dalam keterangan rilisnya, Senin (10/8).

Untuk mengantisipasi modus penipuan, Azhari terlebih dahulu melakukan verifikasi langsung dengan menghubungi pihak KBRI di Kamboja.

“Saya menghubungi Pak Dadang di KBRI Kamboja untuk memastikan apakah benar ada warga Langsa, Aceh, bernama Sukardi di penampungan. Setelah dicek dan dipastikan ada, kami langsung meminta pihak KBRI mengurus seluruh administrasi. Seluruh biaya pemulangan dan tiket pesawat kami tanggung dan transfer sepenuhnya,” jelas Azhari.

Sukardi diterbangkan dari Kamboja menuju Jakarta pada Senin, 10 Agustus, menggunakan maskapai AirAsia QZ-475 pukul 16.55 waktu setempat, dan mendarat di Jakarta pada pukul 19.10 WIB. Setelah dijemput di bandara, Azhari Cage berkoordinasi dengan Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta untuk menyediakan tempat penginapan sementara bagi Sukardi. Rencananya, Sukardi akan dipulangkan ke kampung halamannya di Langsa pada hari berikutnya menggunakan moda transportasi bus yang biayanya juga ditanggung oleh sang Senator.

Peristiwa kelam ini bermula pada Desember lalu saat Sukardi berangkat dari Langsa melalui Bandara Kualanamu menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Ia awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai tukang pangkas rambut di wilayah Selangor oleh seorang agen pengarah.

Namun, setibanya di Malaysia, agen tersebut mengarahkan Sukardi untuk naik ke pesawat transit menggunakan tiket yang telah disediakan. Tanpa disadari, pesawat transit tersebut ternyata membawanya mendarat di Phnom Penh, Kamboja, di mana ia kemudian dipaksa bekerja dalam sindikat scammer.

Belajar dari kasus ini, Azhari Cage mengimbau keras kepada seluruh masyarakat Aceh agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang beredar di media sosial.

“Saya ingin mengingatkan masyarakat Aceh agar berhati-hati bila ada pesan WhatsApp atau unggahan Facebook yang menjanjikan pekerjaan di luar negeri. Lakukan cek dan ricek agar tidak menjadi korban penipuan seperti yang dialami saudara Sukardi,” tegas Azhari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *