Perkuat Visi-Misi Mualem-Dek Fadh, Sekber Aceh Dorong Kolaborasi Strategis dengan APDESI dan Partai Garuda

Banda Aceh72 Dilihat

 

 

​BANDA ACEH — Sekretariat Bersama (Sekber) Aceh bergerak cepat mengonsolidasikan kekuatan demi mengawal percepatan realisasi program kerja Pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh).

 

​Langkah taktis ini dibahas dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi strategis yang diinisiasi oleh Ketua Sekber Aceh, Muhammad Kusyasyi (Pangeran), bersama Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Geuchik, serta Ketua DPD Partai Garuda Aceh, Herman. Kolaborasi lintas elemen ini dirancang untuk memastikan visi dan misi kepala daerah dapat segera diimplementasikan hingga ke tingkat akar rumput, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

 

​Tiga Pilar Fokus Utama Pembangunan

 

​Pertemuan tersebut menegaskan komitmen seluruh relawan dan partai pendukung untuk bergerak dalam satu ritme yang cepat dan taktis. Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus akselerasi pemerintahan Mualem-Dek Fadh saat ini:

 

-​Penciptaan Lapangan Kerja Skala Besar: Membuka ruang investasi dan pemberdayaan ekonomi guna menekan angka pengangguran secara signifikan.

 

-​Kemandirian Ketahanan Pangan: Mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan agar Aceh mampu berdaulat secara pangan.

 

-​Pemerataan Pembangunan Daerah Terpencil: Memastikan kehadiran nyata pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan layanan publik di wilayah-wilayah pelosok yang selama ini minim akses.

 

​Gedor Pusat: Partai Garuda Siap Kawal ke Kabinet Merah Putih

 

​Demi mempercepat pemulihan ekonomi dan infrastruktur Aceh, Ketua DPD Partai Garuda Aceh, Herman, menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan ini ke tingkat nasional. Melalui jaringan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Garuda, ia siap mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus bagi Tanah Rencong.

 

​”Kami akan bergerak melalui ketua pusat berkoordinasi dengan kementerian terkait dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Presiden. Tujuannya jelas, mendorong peluncuran program-program strategis nasional ke Aceh, baik untuk perbaikan fasilitas akses maupun stimulus pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Herman.

 

​Sinergi ini disambut baik oleh Juanda Sekretaris APDESI Geuchik. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh para Geuchik (Kepala Desa) di seluruh pelosok Aceh untuk mengawal, mengamankan, dan mengeksekusi program-program kerja pemerintah tersebut langsung di tingkat gampong (desa).

 

​Tantangan Pascabanjir Bandang: Momentum “Aceh Bangkit”

 

​Konsolidasi ini terasa kian krusial mengingat situasi ekonomi Aceh yang tengah menghadapi tantangan berat pascabencana. Banjir bandang yang melanda beberapa waktu lalu telah melumpuhkan sedikitnya 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Dampak bencana tersebut memaksa roda perekonomian kembali merangkak dari titik nol, memicu lonjakan angka pengangguran akibat hancurnya sektor bisnis dan UMKM yang hanyut terbawa arus.

 

​”Kondisinya memang berat, bisnis dan UMKM warga hancur. Namun, kita tidak boleh menyerah. Kita terus berjuang memulihkan keadaan dan memastikan visi-misi Mualem-Dek Fadh tetap berjalan. Ini adalah momentum kita untuk bangkit, seperti saat kita berhasil melewati masa-masa sulit pascatsunami silam,” ujar Muhammad Kusyasyi (Pangeran).

 

​Imbauan untuk Relawan dan Masyarakat

 

​Pihak Sekber Aceh bersama jajaran pendukung mengimbau kepada seluruh relawan, simpatisan, dan masyarakat luas untuk tetap optimis, bersabar, dan memahami situasi transisi serta pemulihan yang sedang berjalan saat ini. Pemerintah Aceh bersama seluruh elemen pendukung berkomitmen penuh untuk bekerja keras mengembalikan kejayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial di seluruh bumi Serambi Mekkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *