Perkuat Sinergi Cegah Tanaman Terlarang, Danramil 24/Lembah Seulawah Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Aceh Besar17 Dilihat

 

 

Aceh Besar – Upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani kawasan rawan tanaman terlarang terus didorong melalui keterlibatan TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, pemerintah gampong, tokoh masyarakat, dan kalangan akademisi. Komitmen tersebut terlihat dalam rapat sinergitas program stakeholder yang berlangsung di Meunasah Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (28/10/2026).

 

Komandan Koramil (Danramil) 24/Lembah Seulawah, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Kapten Arm Darmawan, turut menghadiri kegiatan tersebut bersama sejumlah unsur terkait yang berperan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan penanganan kawasan rawan tanaman terlarang.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Hambali, S.Fil.I., M.Pd., dari Universitas Serambi Mekkah serta Ir. Bahagia dari unsur tokoh masyarakat dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Keduanya diharapkan dapat memberikan pandangan dan masukan dalam mendukung pelaksanaan program di wilayah sasaran.

 

Turut hadir Katim Pemberdayaan Masyarakat BNN Supriadi, S.T., beserta staf, Bhabinkamtibmas Polsek Lembah Seulawah, Babinsa Gampong Panca, keuchik beserta staf, perangkat gampong, dan masyarakat setempat.

 

Danramil 24/Lembah Seulawah Kapten Arm Darmawan menyampaikan bahwa penanganan kawasan rawan tanaman terlarang membutuhkan kerja sama seluruh unsur, tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga dengan meningkatkan kesadaran dan memberdayakan masyarakat agar mampu mengembangkan kegiatan yang lebih produktif.

 

“Sinergi antara aparat, pemerintah gampong, tokoh masyarakat, dan warga sangat penting untuk mendukung keberhasilan program ini. Kami berharap melalui koordinasi yang baik, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberdayaan di wilayahnya,” demikian draf tanggapan Kapten Arm Darmawan.

 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan program. Karena itu, pendekatan yang mengedepankan edukasi, komunikasi, dan partisipasi warga perlu terus diperkuat agar upaya penanganan kawasan rawan tanaman terlarang dapat memberikan manfaat nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *