Peringati HUT ke-24, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon SH Tegaskan Komitmen Bangkit dan Pulihkan Daerah Pasca Bencana

Aceh tamiang56 Dilihat

Aceh Tamiang / Buser Siaga / Parlementaria – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang menggelar Rapat Paripurna Istimewa yang penuh kekhidmatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Aceh Tamiang. Sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRK ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRK, Fadlon, SH, dan menjadi momen penting untuk mengevaluasi perjalanan daerah sekaligus menyatukan tekad membangun kembali “Bumi Muda Sedia” yang lebih maju dan tangguh.

Dalam pidato utamanya, Ketua DPRK Fadlon menegaskan bahwa usia 24 tahun bukan sekadar pertambahan angka tahun, melainkan tonggak penting masa transisi menuju kematangan daerah. Menurutnya, di usia ini, Aceh Tamiang harus semakin kokoh memantapkan pondasi pembangunan infrastruktur, serta menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih, baik, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

 

“Momentum pertambahan usia kabupaten ini harus menjadi penyemangat kita semua untuk meningkatkan optimisme, terus berbenah, bangkit, dan berani berubah demi kemajuan daerah tercinta. Kita tidak boleh berpuas diri, melainkan harus terus bergerak memperbaiki segala kekurangan yang ada,” tegas Fadlon di hadapan pimpinan daerah, anggota dewan, dan para pejabat yang hadir.

Lebih jauh, politisi ini menyentuh realitas berat yang baru saja dialami masyarakat, yaitu bencana hidrometeorologi yang melanda di akhir tahun 2025 lalu. Meski meninggalkan dampak kerusakan yang besar, Fadlon memandang peringatan HUT ke-24 ini harus dijadikan titik balik strategis. Ia mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersatu padu mengakselerasi pemulihan daerah secara menyeluruh, mengubah musibah menjadi kekuatan baru untuk bangkit lebih kuat.

 

Pada kesempatan istimewa tersebut, Bupati Aceh Tamiang menyampaikan laporan rinci mengenai progres penanganan pascabencana yang telah dijalankan pemerintah daerah bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Ia menyampaikan kabar baik bahwa penyaluran bantuan telah berjalan signifikan demi memulihkan kondisi warga.

 

Hingga saat ini, penyaluran dana stimulan perbaikan rumah gelombang I telah tuntas disalurkan kepada 5.141 Kepala Keluarga (KK) dengan nilai total mencapai lebih dari Rp112 miliar. Secara rinci, sebanyak 2.804 KK dengan rumah rusak ringan menerima bantuan Rp15 juta per keluarga, sementara 2.337 KK dengan kerusakan sedang mendapatkan bantuan Rp30 juta per KK.

 

Tak hanya perbaikan fisik, pemulihan sosial ekonomi juga menjadi fokus utama. Bupati melaporkan program bantuan Meugang yang dilaksanakan dua kali telah menjangkau 96.400 KK di seluruh kecamatan. Penyaluran dilakukan secara transparan melalui Kantor Pos, mencakup santunan ahli waris bagi 236 keluarga senilai Rp3,54 miliar, serta jaminan hidup untuk 26.725 jiwa dengan total anggaran Rp36,07 miliar. Selain itu, bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi juga telah disalurkan masing-masing kepada 7.575 KK yang membutuhkan.

 

Menutup paparannya, Bupati memberikan kabar gembira sekaligus kepastian hukum bagi masyarakat terdampak, di mana penyaluran bantuan tahap II akan segera dilaksanakan. Bantuan tahap ini secara khusus disiapkan bagi warga terdampak yang berada di wilayah 4 kecamatan, yakni Kecamatan Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dan dukungan DPRK untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pemulihan menuju Aceh Tamiang yang lebih baik. ( Zulherman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *