Aceh Tamiang, / Buser Siaga. – 7 Maret 2026 – Prokopim Kabupaten Aceh Tamiang melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyelenggarakan Safari Ramadan yang diintegrasikan dengan peringatan Malam Nuzulul Quran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan berlangsung di Masjid Nurhasanah, Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, pada Jumat (6/3/2026) malam.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH., menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum krusial untuk merefleksikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Peringatan Nuzulul Quran ini seharusnya menjadi wadah refleksi bagi kita semua untuk lebih sabar dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Al-Qur’an mengajarkan umatnya untuk bersabar, bertawakal, dan tidak pernah berputus asa,” tegas Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga memaparkan perkembangan penanganan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah daerah telah menyampaikan data terkait kepada Pemerintah Pusat melalui Surat Keputusan (SK) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tercatat, pada tahap I sebanyak 37.888 unit rumah terdampak, sedangkan pada tahap II sebanyak 37.200 unit. Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) telah disalurkan kepada 270 Keluarga Kecil (KK) pada tahap I dan 314 KK pada tahap II.
Selain itu, bantuan stimulan dari Kementerian Sosial juga telah diberikan kepada masyarakat terdampak, dengan rincian: tahap I sebanyak 1.286 KK, tahap II sebanyak 7.729 KK, tahap III sebanyak 1.527 KK, dan tahap IV sebanyak 5.954 KK.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga telah menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana, yaitu masing-masing kepada 114 keluarga pada tahap I dan 122 keluarga pada tahap II.
Dalam rangkaian kegiatan, Bupati Armia juga menyerahkan bantuan operasional untuk pengembangan Masjid Nurhasanah. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran air, serta melakukan program penghijauan guna mengurangi risiko bencana di masa depan.( Zulherman )






