Pangdam IM Tutup TMMD Ke-127 Di Bireuen, Tegaskan Pembangunan Nasional Harus Dimulai Dari Desa

Bireun16 Dilihat

 

 

Bireuen – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P. secara resmi menutup pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 dalam sebuah upacara yang digelar di Lapangan Bola Kaki Desa Meunasah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “TMMD Satu Janji Langkah Membangun Negeri dari Desa.”

 

Upacara penutupan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang selama ini turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program TMMD. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

 

Dalam amanatnya, Pangdam Iskandar Muda menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa karena desa merupakan pondasi utama dalam membangun kekuatan bangsa. Oleh sebab itu, pembangunan desa harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

 

“Pembangunan nasional harus dimulai dari desa, karena desa merupakan pondasi utama dalam membangun kekuatan bangsa. Dengan menyatukan langkah, menyinergikan potensi, serta memperkuat semangat gotong royong, kita dapat mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” tegas Pangdam IM di hadapan para peserta upacara.

 

Lebih lanjut, Pangdam IM menjelaskan bahwa perkembangan teknologi serta dinamika tantangan di bidang ekonomi dan sosial budaya menuntut seluruh elemen masyarakat untuk terus beradaptasi, meningkatkan kapasitas diri, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah. Menurutnya, upaya membangun bangsa dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni desa dan kelurahan, kemudian berkembang hingga ke tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.

 

“Kita sebagai anak bangsa dan bagian dari masyarakat harus mampu membangun diri dan menunjukkan kontribusi nyata dengan saling membantu dan bekerja sama. Bangsa ini hanya dapat mencapai kemajuan apabila kita saling bersinergi di berbagai bidang, saling membantu, dan saling menguatkan mulai dari masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.

 

Program TMMD merupakan salah satu wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah, khususnya di daerah pedesaan dan wilayah terpencil. Melalui program ini, berbagai kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

Pelaksanaan TMMD Ke-127 Tahun 2026 di wilayah Kodam Iskandar Muda dilaksanakan secara terpadu oleh beberapa satuan kewilayahan, di antaranya Kodim 0111/Bireuen, Kodim 0116/Nagan Raya, dan Kodim 0105/Aceh Barat, dengan berbagai sasaran kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

 

Di wilayah Kodim 0111/Bireuen, pelaksanaan TMMD yang berlokasi di Desa Jeumpa Sikureung, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen difokuskan pada berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur desa. Sasaran fisik yang dikerjakan antara lain pembangunan jalan desa sepanjang 5.950 meter dengan lebar 7 meter yang diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi masyarakat. Selain itu juga dilakukan pembuatan gorong-gorong, pemasangan jembatan Armco, serta pemasangan batu untuk memperkuat struktur badan jalan sehingga lebih kokoh dan tahan lama.

 

Selain pembangunan infrastruktur, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) juga dilaksanakan dalam kegiatan TMMD ini, di antaranya pembangunan lima unit sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, program ketahanan pangan melalui penanaman padi seluas satu hektare, rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pengecatan satu unit balai pengajian, pembangunan lima unit MCK, serta kegiatan reboisasi dengan penanaman 200 pohon tanaman keras dan buah di sepanjang kanan kiri jalan desa.

 

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan stunting, penyuluhan kesehatan, pertanian dan perkebunan, posyandu, lingkungan hidup dan kehutanan, serta penyuluhan hukum dan qanun. Seluruh kegiatan tersebut melibatkan personel Satgas TMMD bersama masyarakat dengan dukungan berbagai alat berat dan peralatan kerja guna mempercepat proses pembangunan.

 

Sementara itu, pelaksanaan TMMD di wilayah Kodim 0116/Nagan Raya yang berlokasi di Desa Ujong Blang hingga Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya juga menunjukkan hasil yang sangat maksimal. Seluruh sasaran fisik seperti pengerasan jalan sepanjang 3,1 kilometer dengan lebar 6 meter, pembuatan parit kiri dan kanan jalan sepanjang 3.100 meter, pembangunan box culvert, serta pembuatan gorong-gorong telah berhasil diselesaikan dengan capaian 100 persen.

 

Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan secara intensif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat setempat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, pertanian, kesehatan, stunting, posyandu, pengobatan massal, serta penyuluhan bahaya narkoba. Bahkan Satgas TMMD juga memberikan pengenalan dasar komputer kepada siswa sekolah dasar serta pendampingan dalam pembuatan akta kelahiran bagi masyarakat.

 

Program unggulan TNI AD juga turut dilaksanakan dengan berbagai kegiatan seperti pembangunan lima titik fasilitas air bersih melalui program Manunggal Air, pengembangan ketahanan pangan seluas lima hektare, rehabilitasi lima unit RTLH, pembangunan tiga unit MCK, pemberian bantuan sembako kepada masyarakat, pembersihan lingkungan, rehabilitasi masjid, serta penanaman bibit pohon buah.

 

Di sisi lain, Kodim 0105/Aceh Barat yang melaksanakan TMMD di Desa Pasie Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat juga berhasil menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan dengan capaian 100 persen. Sasaran fisik yang dikerjakan meliputi penyiapan badan jalan sepanjang 5.450 meter, peningkatan kualitas jalan sepanjang 5.450 meter, pembangunan penahan timbunan sepanjang 500 meter, pemasangan cerucok sepanjang 256 meter, pembangunan wingwall sepanjang 7 meter, serta rehabilitasi dua titik gorong-gorong.

Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan secara intensif seperti sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan narkoba, pertanian dan hukum, pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat, pasar murah, sunatan massal, serta kegiatan posyandu dan imunisasi.

 

Dalam mendukung program unggulan Kasad, Satgas TMMD Kodim 0105/Aceh Barat juga melaksanakan pembangunan lima unit RTLH, lima unit MCK, lima unit sumur bor, pengembangan ketahanan pangan seluas lima hektare, kegiatan penghijauan lingkungan, karya bakti fasilitas umum, serta rehabilitasi dua unit mushola.

 

Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ini melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang bekerja secara gotong royong demi mempercepat pembangunan desa. Dukungan alat berat, kendaraan operasional, serta perlengkapan pertukangan juga turut digunakan untuk menunjang kelancaran kegiatan di lapangan.

 

Dengan berakhirnya pelaksanaan TMMD Ke-127 Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi momentum untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah menuju kesejahteraan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *