Aceh Tamiang, Buser Siaga – Sebuah proyek pembangunan pagar di SDN 1 Kota Lintang, Aceh Tamiang, senilai Rp 187,908,666.00 dari APBK, menjadi sorotan tajam. Pasalnya, pagar baru ini dibangun “mesra” dengan tiang listrik!

Warga dan wali murid dibuat geleng-geleng kepala melihat tiang listrik yang kini menjadi bagian integral dari pagar sekolah. Kekhawatiran pun merebak, terutama karena sekolah ini rawan banjir akibat luapan Sungai Tamiang. “Bagaimana kalau banjir datang, lalu ada korsleting? Ngeri sekali,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Media Buser Siaga mencoba mengonfirmasi ke Epi, kontraktor dari CV Khalijah, terkait keanehan ini. Epi berdalih bahwa pembangunan pagar yang “memeluk” tiang listrik sudah dikoordinasikan dengan kepala sekolah. “Kepala sekolah membolehkan, karena pagar sebelumnya juga di atas pondasi tiang pagar,” kilahnya.

Namun, ketika ditanya mengenai izin atau berita acara dari PLN terkait penempatan tiang listrik yang menyatu dengan pagar, Epi mengakui, “Belum ada, Bang.”

Sontak, jawaban ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah proyek ini sudah melalui kajian teknis dan pertimbangan keselamatan yang matang? Atau jangan-jangan, ada “kongkalikong” di balik proyek pagar “nyentrik” ini?

Kasus ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur yang bermasalah di Aceh Tamiang. Masyarakat berharap, pihak terkait segera turun tangan untuk menginvestigasi proyek ini dan memastikan keselamatan siswa serta warga sekitar. Jangan sampai, niat baik membangun pagar sekolah justru berujung petaka! ( Zulherman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *