Aceh Besar – Anggota Koramil 24/Lembah Seulawah, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Sertu Darmawan dan Koptu Sutriono, turut bergabung dalam operasi pencarian seorang mahasiswa yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Desa Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (2/6/2026).
Pencarian dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur terkait, di antaranya Basarnas Banda Aceh, Polsek Lembah Seulawah, BKSDA kawasan Gunung Seulawah, serta sejumlah mahasiswa yang merupakan sahabat korban.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan berbagai sarana dan peralatan pendukung guna mempercepat proses pencarian. Peralatan yang digunakan meliputi satu unit Rescue Truck, satu unit Drone Thermal, satu unit GPS, peralatan komunikasi, perlengkapan pendakian dan pencarian di medan hutan pegunungan, serta anjing pelacak (K-9) milik Basarnas Banda Aceh.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sahabat korban, peristiwa bermula pada Sabtu (30/5/2026) ketika korban bersama sekitar 105 mahasiswa lainnya melakukan pendakian ke Gunung Seulawah.
Sesampainya di puncak gunung, korban mulai menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Menurut rekan-rekannya, korban terlihat sering tertawa sendiri dan beberapa kali melakukan tindakan usil terhadap teman-temannya.
Pada keesokan harinya, Minggu (31/5/2026), seluruh peserta pendakian bersiap turun gunung setelah membongkar tenda. Namun saat perjalanan turun, kondisi korban mulai terlihat lemas dan tertinggal dari rombongan.
Sejak saat itu komunikasi dengan korban terputus. Rombongan yang berada di belakang maupun di depan jalur pendakian tidak lagi mengetahui keberadaan korban sehingga dilakukan upaya pencarian secara mandiri oleh rekan-rekannya.
Selanjutnya, pada Senin (1/6/2026), sejumlah sahabat korban yang berada dalam satu tim pendakian kembali naik menuju puncak Gunung Seulawah untuk melakukan pencarian. Namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan segera melakukan operasi pencarian dan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur lintasan korban. Medan pegunungan yang cukup terjal, kawasan hutan yang lebat, serta cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Sertu Darmawan mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan pencarian bersama seluruh unsur terkait hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan menyisir sejumlah jalur yang memungkinkan dilalui korban. Semoga korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh potensi yang ada. Tim gabungan juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melaporkannya kepada petugas untuk membantu mempercepat proses pencarian.












