Jakarta, – Kerukunan Keluarga Aceh Rayeuk (KeKAR), organisasi yang menaungi para perantau asal Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Sabang, menggelar acara Halal Bi Halal pada Minggu (26/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jakarta Pusat, dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Ratusan perantau asal Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang, serta sejumlah warga Aceh dari daerah lainnya yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, turut hadir memeriahkan acara tersebut. Momentum Halal Bi Halal ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan antar perantau Aceh Rayeuk.
Turut hadir pula sejumlah tokoh Aceh Rayeuk di Jakarta, diantaranya Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, Direktur Utama ANTAM tahun 2025 Achmad Ardianto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, mantan Bupati Aceh Besar Sayuthi Is, serta tokoh-tokoh lainnya seperti Rusli Bintang, Mahdi Hasjmy, Marwan Cut Hasan, dan Pocut Haslinda, dan lainnya.
Ketua panitia pelaksana, Armizar Daud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme para perantau yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sebagai upaya memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar sesama warga Aceh di perantauan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan bersama,” ujar Armizar.
Sementara itu, Ketua Umum KeKAR, Sanusi Hasyim dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya Aceh di tengah kehidupan perantauan. Ia juga mengajak seluruh anggota KeKAR untuk terus berkontribusi positif bagi daerah asal maupun bagi bangsa Indonesia.
“Saat kejadian banjir di Aceh akhir tahun lalu, warga KeKAR menyalurkan bantuan sekitar 63 juta, 50 juta disalurkan melalui SATGAS Peduli Aceh TIM sedangkan 13 juta disalurkan langsung oleh Armizar Daud ke Aceh” ujar Sanusi.
Wakil Ketua Umum PPTIM sekaligus Dewan Pembina KEKAR, Iskandar Zamzami, turut memberikan sambutan yang menyoroti pentingnya peran organisasi kedaerahan dalam membangun jaringan sosial, ekonomi, dan budaya yang kuat di perantauan.
“KeKAR termasuk paling cepat dan salah satu paling besar menyalurkan bantuan banjir melalui SATGAS Peduli Aceh yang digagas oleh PPTIM” ujar Iskandar.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Aceh Rayeuk di Jakarta. Ia berharap KEKAR dapat terus menjadi wadah yang produktif dan berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya melalui peran diaspora Aceh.
Acara berlangsung dengan penuh keakraban, diisi dengan ramah tamah, makan bersama, serta interaksi hangat antar peserta yang hadir.
Kegiatan KeKAR selalu didukung oleh sponsor makanan dari pak Ibrahim, pemilik Rumah Makan Medan Baru, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara.
Dengan terselenggaranya Halal Bi Halal ini, KEKAR berharap semangat kebersamaan dan persaudaraan antar perantau Aceh Rayeuk dapat terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang.






