Aceh Tamiang / Buser Siaga .Com. – Kejuaraan Karate se-Aceh resmi dibuka oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, pada Jumat (31/10/2025) di Tamiang Sport Centre (GOR) Aceh Tamiang. Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan atlet karate dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Aceh.
Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh kontingen, atlet, dan ofisial. Beliau menekankan pentingnya semangat Bushido yang meliputi pantang menyerah, disiplin, dan kehormatan dalam setiap pertandingan.
“Kehadiran saudara-saudara semua adalah kebanggaan bagi kami. Aceh Tamiang menjadi tuan rumah bagi para pejuang muda yang membawa semangat Bushido,” ujarnya.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama kejuaraan berlangsung. Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga tentang menghargai proses, menghormati lawan, dan menjaga persaudaraan di luar arena pertandingan.
“Ingatlah, bahwa kemenangan sejati bukan hanya tentang medali, melainkan juga tentang bagaimana kita menghargai proses, menghormati lawan, dan tetap menjaga persaudaraan di luar gelanggang,” tegasnya.
Kepada para wasit dan juri, Bupati Armia Pahmi juga berpesan agar memimpin jalannya pertandingan secara adil dan profesional, sehingga kejuaraan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga dengan terus mendorong pembinaan olahraga. Hal ini sejalan dengan keyakinan bahwa olahraga adalah investasi masa depan dalam membentuk generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, dan bersatu dalam semangat kebangsaan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, M. Farij, melaporkan bahwa kejuaraan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 31 Oktober hingga 2 November 2025.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh para Asisten Setdakab, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panitia penyelenggara, perwakilan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), KONI Provinsi Aceh, serta tamu undangan lainnya. Kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mengasah kemampuan atlet karate Aceh dan mempererat tali persaudaraan antar daerah. ( Zulherman )






