Aceh Tamiang / Buser Siaga — Sungguh hati teriris. Di saat warga baru saja mulai menata kembali sisa-sisa kehidupan pasca diterjang bencana, malah tertimpa musibah lagi. Sebuah kamar Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Simpang Empat Opak, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dibobol pencuri pada Senin (19/10/2026).
Penghuninya, Devi (30), menderita kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta.Devi yang tinggal di Blok A11 Nomor 41, harus pulang ke Kota Lintang Bawah pada Minggu malam untuk mengurus keperluan sekolah anaknya. Saat ia pergi mencari nafkah demi anak-anak, justru kesempatan itu dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab.
Saat pagi hari, saya mendapat kabar dari tetangga huntara bahwa kamar saya sudah dijebol maling,” cerita Devi dengan nada bergetar.
Komplotan Tak Dikenal Sempat Terlihat
Sebelum kejadian, warga sempat mencurigai sekelompok orang asing yang berkeliaran di sekitar huntara. Diduga mereka datang untuk mengonsumsi narkoba. Saat ditanya, mereka menjawab: “Kami anak sini.” Namun keberadaan mereka tetap mencurigakan dan pernyataan ini belum dapat dipastikan kaitannya dengan pembobolan tersebut.
Dinding Dirusak, Barang Berharga Raib
Pencibirupanya tidak main-main. Dinding kamar diduga sengaja dirusak untuk membuka akses melalui jendela — padahal jendela itu sudah diikat kawat sebagai pengaman oleh korban. Raib dibawa lari Smart TV, tabung gas, kipas angin, bahkan uang tabungan yang disimpan di kamar. Semua yang ia miliki untuk memulai hidup baru, lenyap dalam sekejap.
Warga Penyintas, Kini Tak Aman Lagi
Peristiwa ini memicu keprihatinan sekaligus kekhawatiran mendalam. Huntara seharusnya menjadi tempat berlindung yang aman bagi warga yang telah kehilangan rumahnya akibat bencana. Namun kenyataannya, keamanan di kawasan ini terasa belum memadai. Warga berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan ini, menangkap pelaku, dan meningkatkan pengamanan agar musibah serupa tidak menimpa warga lain yang sudah cukup menderita.( Zulherman )











