Aceh Tamiang/ Buser Siaga. – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, sampai harus menelepon langsung Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, untuk menyampaikan kondisi darurat di wilayahnya. Bencana hidrometeorologi Siklon Tropis Senyar telah meluluhlantakkan kabupaten ini, dan bantuan logistik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Dalam percakapan yang mendesak itu, Bupati Armia menyampaikan bahwa warganya membutuhkan suplai logistik utama seperti bahan makanan, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan. Beliau juga menekankan pentingnya dukungan logistik seperti kendaraan angkut dan BBM untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh pengungsi.
Peristiwa ini berdampak merata Tidak ada satu pun kecamatan yang luput dari keganasan Siklon Tropis Senyar. Sebanyak 51.726 KK atau 206.903 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi.
Banyak Korban Berjatuhan: Bupati Armia melaporkan dari posko darurat bencana bahwa sejauh ini ada 1 korban luka-luka dan 18 orang meninggal dunia akibat bencana ini.
Sebelum menghubungi Mensos, Bupati Armia juga menerima kunjungan Asops Mabes Polri, Komjen Pol Fadil Imran, yang menunjukkan dukungan dengan meminta Kapolda Sumut membantu distribusi logistik dan pemulihan pasca-bencana.
Krisis Berskala Nasional Tindakan Bupati Armia yang langsung menghubungi Mensos adalah sinyal bahwa situasi di Aceh Tamiang sudah sangat kritis dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah pusat. Ini bukan lagi sekadar bencana lokal, tetapi krisis skala nasional yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Bantuan Harus Sampai! Dengan ratusan ribu jiwa mengungsi, bantuan logistik bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga harapan hidup. Pemerintah pusat harus memastikan bahwa bantuan dapat sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, tanpa hambatan birokrasi atau kendala lapangan. Belajar dari Bencana: Tragedi ini harus menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan. Pemerintah daerah dan pusat harus bekerja sama untuk meningkatkan sistem peringatan dini, evakuasi, dan penyediaan tempat pengungsian yang layak.
Jangan abaikan jeritan Aceh Tamiang! Mari kita tunjukkan solidaritas dan kepedulian dengan mendukung upaya bantuan dan pemulihan pasca-bencana. Setiap bantuan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang untuk bertahan hidup. ( Zulherman)





