Dua Siswa MAS Darul Ihsan Lolos 30 Besar Nasional OMI Riset 2026

Banda Aceh28 Dilihat

 

 

Banda Aceh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MAS Darul Ihsan, Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, Aceh Besar. Dua siswanya, Rakhaul Fata dan Teuku Putra Ramadhan, berhasil lolos ke babak 30 besar nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset Tahun 2026.

 

Keduanya mengusung proposal riset berjudul “Memutus Rantai Kepatuhan Semu: Implementasi Self-Determination Theory untuk Membangun Motivasi Intrinsik Santri Pesantren.” Penelitian ini mengangkat persoalan motivasi siswa dalam menjalankan kedisiplinan dan kepatuhan di lingkungan pesantren.

 

Melalui riset tersebut, tim berupaya mengkaji bagaimana motivasi intrinsik dapat dibangun agar kepatuhan siswa tidak semata-mata didorong oleh aturan, pengawasan, atau sanksi, tetapi tumbuh dari kesadaran diri dan kemauan pribadi.

 

Penelitian ini menggunakan pendekatan *Self-Determination Theory* (SDT), sebuah teori motivasi yang menekankan pentingnya dorongan internal dalam membentuk perilaku seseorang. Dalam konteks pendidikan pesantren, pendekatan ini relevan untuk memperkuat kedisiplinan yang berakar pada kesadaran, tanggung jawab, dan pembentukan karakter.

 

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan Ustaz Khairi Fadhli, S.Pd., M.Ag., selaku guru pembimbing, serta dukungan Ustaz Ataillah, S.Ag., Kepala MAS Darul Ihsan, bersama seluruh keluarga besar Dayah Darul Ihsan.

 

Lolosnya penelitian ini ke dalam 30 besar nasional menjadi pencapaian tersendiri bagi madrasah. Selain menunjukkan kemampuan siswa dalam bidang penelitian, karya tersebut juga memperlihatkan upaya menghadirkan kajian ilmiah yang dekat dengan kehidupan dan tantangan pendidikan pesantren.

 

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan budaya literasi, berpikir kritis, dan berani menuangkan gagasan melalui penelitian ilmiah.

 

Keluarga besar Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee berharap perjalanan tim riset ini dapat berlanjut dengan hasil terbaik pada tahapan OMI berikutnya. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus mengembangkan potensi siswa dalam bidang akademik, riset, dan inovasi pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *