ACEH TAMIANG/ Buser Siaga. – Rasa kecewa dan keputusasaan melanda warga penghuni Huntara (Hunian Sementara) di Blok 8, Kampung Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru. Sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah warga mendatangi kamar awak media dengan harapan suaranya didengar oleh pemerintah.
Kedatangan mereka ini merupakan bentuk audiensi darurat untuk meminta bantuan media agar menyuarakan kegelisahan mereka terkait nasib dana bantuan stimulan pasca-banjir yang hingga saat ini belum kunjung terealisasi dari BNPB.
Salah seorang warga yang mewakili korban, Yani (38), warga asal Kota Lintang yang kini tinggal di Huntara, mengungkapkan kekecewaan mendalam kepada awak media. Menurutnya, janji pencairan dana bantuan tersebut sudah digemakan sejak sebelum bulan suci Ramadhan, namun hingga Idul Fitri berlalu, tangan mereka masih kosong.
“Kami sudah tidak sabar menanti. Sejak sebelum puasa sampai habis lebaran, yang kami terima hanya janji manis. Bahkan sampai sekarang, proses pendataan saja belum selesai,” keluh Yani dengan nada emosional kepada awak media, Rabu (08/04).
Yani menuturkan, warga sangat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait. Pasalnya, bantuan yang dijanjikan tersebut sangat vital bagi kelangsungan hidup mereka, mencakup bantuan perbaikan rumah (Jadup), penggantian perabotan rumah tangga yang hanyut, hingga bantuan pemulihan ekonomi senilai Rp 8 Juta per kepala keluarga.
“Kami dengar bantuan itu ada, nilainya Rp 8 juta. Tapi faktanya, 99 persen warga yang tinggal di Huntara ini belum ada satu pun yang menerima. Kami mohon kebetulan ada wartawan yang juga sama-sama korban banjir dan tinggal di sini, tolong sampaikan keluhan kami,” pinta Yani.
Lebih jauh, Yani menegaskan agar pemerintah segera merealisasikan janji tersebut dengan skala prioritas. Mengingat warga yang tinggal di Huntara adalah mereka yang rumahnya rata dengan tanah atau mengalami kerusakan berat sehingga tidak bisa ditempati.
“Kami minta pemerintah segera mencairkan dana ini. Utamakanlah kami yang rumahnya hilang terbawa arus dan rusak berat. Kami sudah tidak kuat menahan beban ini lebih lama lagi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap kedatangan mereka ke media dapat menjadi jalan agar instansi terkait segera bertindak dan menyalurkan hak yang sudah lama dinanti-nantikan tersebut. ( Zulherman )






