ACEH TAMIANG / Buser Siaga — Meluapnya Sungai Tamiang akibat curah hujan tinggi yang mengguyur selama beberapa hari terakhir memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar warga Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru, terpaksa mengungsi ke dataran tinggi maupun menumpang di rumah kerabat demi menyelamatkan diri dari genangan air yang terus naik.
Situasi di lapangan terlihat beragam. Di sejumlah titik hulu sungai, debit air mulai terlihat surut, membuat sebagian warga berangsur pulang ke rumah masing-masing. Namun di wilayah lain, air justru terus naik dan belum kunjung surut, sehingga warga tetap bertahan di tempat pengungsian dengan penuh kecemasan.
Kondisi semakin diperparah dengan terpantaunya tanggul sungai yang putus di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara. Peristiwa ini diduga menjadi salah satu penyebab utama cepatnya air merambah ke pemukiman warga. Hingga kini, banjir sudah meluas ke delapan kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STp., MSP., meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Ia juga menginstruksikan seluruh camat untuk memperketat pemantauan di wilayah masing-masing dan menyebarkan informasi yang akurat agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Masyarakat diharapkan mengutamakan keselamatan jiwa, hindari melintas di air yang dalam, dan ikuti arahan petugas,” ujar Iman Suhery, Senin (12/10/2026).
BPBD bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi di lapangan untuk memantau perkembangan situasi. Sementara itu, pendataan kerugian materiil akibat banjir ini masih berlangsung dan belum ada angka pasti yang dirilis.( Zulherman)











