Aceh Tamiang Gencar Sosialisasi Pengurangan Sampah, Libatkan Partisipasi Masyarakat

Blog175 Dilihat

Aceh Tamiang  / Buser Siaga   –.  Maulizar Zikri, yang akrab disapa Dekdan, anggota DPRK Aceh Tamiang dari Partai Nasdem, secara resmi membuka acara sosialisasi pengurangan sampah dan pembinaan kelompok masyarakat pada hari Rabu, 5 November 2025. Acara ini berlangsung di Best Coffee, Jl. Ir. Juanda, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Dalam sambutannya, Maulizar Zikri menekankan pentingnya perhatian semua pihak terhadap pengelolaan sampah di Aceh Tamiang. “Momen ini sangat penting bagi kita untuk mempelajari cara penanganan sampah yang baik dan efektif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa materi terkait akan disampaikan oleh para pemateri yang kompeten di bidangnya.

Acara ini menghadirkan pemateri dari Kementerian Lingkungan Hidup, yaitu Roni Wahyu Wibowo dari Direktorat Penanganan Sampah. Selain itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang, Surya Sutisna, SE, juga turut memberikan materi.

Surya Sutisna menjelaskan bahwa TPA sampah di Aceh Tamiang menerima sekitar 20 ton sampah setiap harinya, bahkan bisa mencapai 40 ton pada hari-hari tertentu. “Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi bencana,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, dimulai dari tingkat rumah tangga dengan cara memilah jenis sampah. “Sampah adalah tanggung jawab bersama. Sampah kita tanggung jawab kita, sampahmu tanggung jawabmu,” serunya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif.

Roni Wahyu Wibowo menambahkan bahwa tumpukan sampah dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari bau busuk hingga menjadi sarang penyakit. “Saat ini, sampah adalah penyumbang emisi dan rumah kaca terbesar,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan sampah dengan cara lama sudah tidak efektif karena hanya menumpuk dan membuang sampah ke TPA. “Jika terus seperti itu, TPA kita akan kewalahan,” jelasnya.

Solusi yang ditawarkan oleh Ronni adalah pemilahan sampah menjadi tiga jenis: organik, residu, dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik seperti kertas dan botol dapat disalurkan melalui kerjasama dengan bank sampah.

Acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh Anggota DPR Aceh, Samsuri, serta anggota DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Partai Nasdem, yaitu Tri Astuti, Lenahati Kusuma Atmaza Rao, Muhammad Yunus, dan Muhammad Salman Alfarizi, serta sejumlah peserta sosialisasi lainnya. (Zulherman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *