Keren! Belum Resmi Diserahkan, Bangunan KDKMP Leupung Sudah Ramai Kegiatan Masyarakat

Aceh Besar0 Dilihat

 

 

Aceh Besar – Ada pemandangan berbeda di area Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Leupung. Meski secara administratif hasil pembangunan fisik gedung tersebut belum diserahterimakan secara resmi kepada warga, denyut aktivitas di lokasi ini justru sudah terasa sangat hidup.

 

Seolah tak ingin membiarkan bangunan baru tersebut, masyarakat Leupung berinisiatif menghidupkan suasana dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial dan religi. Langkah ini menjadi bukti nyata tingginya rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap fasilitas yang ada di desa mereka.

 

Pemanfaatan lahan KDKMP terlihat sangat produktif. Di salah satu sudut, Bazar Murah digelar untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Menjelang berbuka puasa, area ini pun berubah menjadi pusat Penjualan Takjil, yang memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga.

 

Tak hanya itu, kepedulian terhadap fisik pun jadi prioritas. Bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat juga menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan gratis. Layanan ini dimanfaatkan secara antusias oleh para lansia dan warga sekitar yang ingin memastikan kondisi kesehatan mereka di tengah rutinitas harian.

 

Suasana haru dan syahdu turut menyelimuti area bangunan KDKMP melalui penyelenggaraan lomba keagamaan. Gedung yang masih tampak segar ini menjadi saksi lahirnya bakat-bakat muda dalam Pencarian Bakat Mu’azin serta Musabaqah Hafiz dan Hafizah.

 

Keuchik Desa Layeun Junaidi mengungkapkan bahwa pemberdayaan lokasi ini dilakukan murni untuk kepentingan publik. “Kami ingin fasilitas ini segera memberikan manfaat. Walau secara formal proses administrasi serah terima masih berjalan, namun secara fungsi, warga sudah sangat merasakan manfaatnya,” ujarnya disela-sela kegiatan yang berlangsung Senin (02/03/2026).

 

Langkah masyarakat Leupung ini patut diapresiasi. Alih-alih menunggu, mereka memilih untuk memberdayakan aset desa secara mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara pembangunan infrastruktur dan kesiapan mental masyarakat dapat menciptakan ekosistem desa yang lebih maju dan religius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *